Pengangguran Sumut Turun Jadi 5,28 Persen pada November 2025

Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra.

Fokusmedan.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 445 ribu orang atau 5,28 persen. Angka tersebut menurun 3 ribu orang atau 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 448 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan penurunan TPT menunjukkan adanya perbaikan penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara, meskipun pasar kerja masih menghadapi sejumlah tantangan struktural.

“Dengan TPT 5,28 persen, artinya dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar lima hingga enam orang yang masih menganggur,” ujar Asim, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan jenis kelamin, TPT perempuan tercatat 5,66 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki sebesar 5,02 persen. Meski demikian, baik pengangguran laki-laki maupun perempuan sama-sama mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2025, masing-masing sebesar 0,03 persen poin dan 0,04 persen poin.

Dari sisi wilayah tempat tinggal, TPT di perkotaan masih lebih tinggi, yakni 6,25 persen, dibandingkan perdesaan sebesar 3,08 persen. Dibandingkan Agustus 2025, TPT perkotaan turun cukup signifikan sebesar 1,42 persen poin, sementara TPT perdesaan menurun 0,25 persen poin.

Asim juga menyoroti tingkat pendidikan penganggur yang masih didominasi oleh lulusan pendidikan menengah atas. Pengangguran dengan pendidikan tertinggi SMA mencatat TPT tertinggi, yakni 7,45 persen, serta mendominasi distribusi pengangguran dengan porsi 43,53 persen pada November 2025.

Sebaliknya, distribusi pengangguran terendah berasal dari tamatan Diploma I/II/III, yakni sebesar 1,89 persen. “Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan link and match antara pendidikan menengah dengan kebutuhan dunia kerja,” jelasnya.

Selain pengangguran terbuka, BPS juga mencatat tingkat setengah pengangguran pada November 2025 sebesar 8,97 persen. Artinya, dari setiap 100 penduduk bekerja terdapat sekitar delapan hingga sembilan orang yang bekerja di bawah jam kerja normal dan masih mencari atau bersedia menerima pekerjaan tambahan.

Dibandingkan Agustus 2025, tingkat setengah pengangguran menurun 0,08 persen poin. Secara gender, tingkat setengah pengangguran laki-laki tercatat 9,06 persen, turun 0,50 persen poin, sementara pada perempuan sebesar 8,84 persen dan justru mengalami kenaikan 0,52 persen poin. (ng)