
Fokusmedan.com : Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah bulu tangkisinternasional. Mereka sukses meraih gelar juara Thailand Masters 2026 dalam laga “All Indonesian Final” yang mendebarkan. Kemenangan ini menjadi penantian panjang setelah terakhir kali mereka naik podium juara pada Korea Open 2024.
Dalam pertandingan final yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Patumwan, Thailand, pada Minggu (1/2/2026), Leo/Bagas menunjukkan performa yang dominan. Mereka berhasil mengalahkan rekan senegaranya, pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dengan skor telak. Laga ini berlangsung sengit namun berakhir dalam dua gim langsung.
Leo/Bagas mengunci kemenangan dengan skor 21-10 dan 21-17 hanya dalam waktu 35 menit. Gelar ini menandai kebangkitan kembali pasangan yang sempat mengalami paceklik juara. Kemenangan ini diharapkan menjadi motivasi besar untuk turnamen-turnamen mendatang.
Perjalanan Menuju Gelar Juara
Kemenangan di Thailand Masters 2026 menjadi momen emosional bagi Leo Rolly Carnando. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini setelah penantian panjang tanpa gelar. “Alhamdulillah bisa juara di Thailand Masters super 300 kali ini,” kata Leo dalam keterangan resminya dari PBSI.
Leo juga menambahkan bahwa pasangan ini sudah lama tidak mencapai final, apalagi meraih juara, sejak Korea Open 2024. Mereka sempat masuk final All England 2025 namun harus menelan kekalahan. “Kami juga belum bisa juara lagi setelah Korea Open 2024,” tambahnya, sembari menyampaikan terima kasih kepada para pelatih.
Ekspresi kegembiraan Leo bahkan terlihat saat selebrasi dengan membanting raket. Ia mengakui hal itu adalah reaksi spontan karena saking lamanya tidak merasakan gelar juara. “Saya juga mau meminta maaf karena selebrasi saya tadi membanting raket, karena udah lama enggak juara dan saya spontan banting raket,” ucap Leo.
Strategi Kemenangan Leo/Bagas
Dalam menghadapi Raymond/Joaquin, Leo mengungkapkan bahwa kunci kemenangan mereka adalah strategi yang matang. Mereka tidak ingin terpancing untuk meladeni permainan cepat pasangan muda tersebut. Raymond/Joaquin dikenal sebagai juara Australia Open 2025 dan runner-up Indonesia Masters 2026.
“Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah dan jangan mau mengadu dengan kecepatan mereka,” jelas Leo. Ia menambahkan bahwa pasangan muda tersebut secara fisik lebih cepat karena usia mereka. “Karena mereka lebih muda jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat,” kata pebulu tangkis berusia 24 tahun itu.
Strategi ini terbukti efektif, memungkinkan Leo/Bagas mengontrol jalannya pertandingan. Mereka mampu meredam agresivitas lawan dan menerapkan pola permainan yang lebih terstruktur. Hal ini menjadi faktor penentu dalam meraih kemenangan dua gim langsung.
Harapan dan Kebangkitan Pasangan Ganda Putra
Bagas Maulana juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas gelar juara ini. Ia berharap kemenangan di awal tahun ini dapat menjadi pemicu kebangkitan mereka bersama Leo. “Motivasi untuk pertandingan ini banyak dari orang tua, diri sendiri dan partner,” kata Bagas.
Ia mengakui bahwa mereka sudah lama tidak merasakan podium juara, sehingga kemenangan ini sangat berarti. “Kami sudah lama vakum podium dan kami mau bangkit lagi, ternyata ini rasanya kebangkitan,” ujarnya.
Meskipun demikian, Bagas mengingatkan untuk tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan bahwa masih banyak turnamen lain yang harus dihadapi. “Tetapi jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya,” tutup Bagas, menunjukkan fokus mereka ke depan.
Dominasi Indonesia di Thailand Masters
Kemenangan Leo/Bagas atas Raymond/Joaquin bukan kali pertama mereka mengalahkan sesama wakil Indonesia di turnamen ini. Sebelumnya, pasangan peringkat 16 dunia ini juga menyingkirkan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di semifinal. Mereka menang dengan skor 21-8 dan 21-18, menunjukkan dominasi mereka.
Gelar Leo/Bagas juga menambah daftar kemenangan Indonesia di Thailand Masters 2026. Sebelumnya, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti telah lebih dulu meraih gelar juara. Ini menunjukkan kekuatan bulu tangkis Indonesia di ajang Super 300 ini.
Indonesia bahkan berpotensi menambah gelar lagi dari sektor ganda campuran dan tunggal putra. “All Indonesian Final” di ganda campuran antara Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil memastikan satu gelar lagi. Sementara itu, Mohammad Zaki Ubaidillah berpeluang juara di tunggal putra melawan wakil tuan rumah.(yaya)
