
Fokusmedan.com : Harga emas dunia sejauh ini masih bertahan di atas level US$5.000 per ons troy. Bahkan, harga emas sempat menyentuh level US$5.100 per ons troy sebelum akhirnya terkoreksi akibat aksi ambil untung (profit taking). Saat ini, harga emas dunia ditransaksikan di kisaran US$5.066 per ons troy, atau sekitar Rp2,74 juta per gram.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menilai, penguatan harga emas masih ditopang oleh meningkatnya tensi geopolitik global dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, sentimen geopolitik cenderung lebih sulit diukur dampaknya terhadap pergerakan harga emas dibandingkan kebijakan moneter bank sentral.
“Kebijakan moneter relatif lebih terukur, sementara memburuknya situasi geopolitik kerap memicu kepanikan di pasar. Kepanikan ini biasanya mendorong investor memburu aset aman seperti emas,” ujar Gunawan.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah di level 8.974 dan terpantau masih berkonsolidasi turun mendekati level psikologis 8.900. Pergerakan IHSG terlihat anomali dibandingkan mayoritas bursa saham Asia yang justru bergerak menguat.
“IHSG melemah di tengah membaiknya kinerja bursa saham Asia, sehingga menunjukkan tekanan tersendiri dari sentimen domestik,” jelasnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terpantau melemah di kisaran Rp16.795 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed). Gunawan memproyeksikan, pada perdagangan hari ini rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.770 hingga Rp16.830 per dolar AS.
“Pelemahan rupiah berpotensi membebani kinerja IHSG, yang diperkirakan bergerak dalam rentang 8.850 hingga 8.980,” pungkasnya. (ram)
