Ketidakpastian Global Dorong Emas Menguat, Rupiah dan IHSG Ikut Menguat

Ilustrasi kinerja rupiah terhadap dolar.

Fokusmedan.com : Harga emas dunia melanjutkan tren penguatan pada awal perdagangan pekan ini. Ketidakpastian perdagangan global dan meningkatnya risiko geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong minat investor terhadap aset safe haven tersebut.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menjelaskan, pada sesi perdagangan sore harga emas dunia ditransaksikan di kisaran US$5.092 per ons troy, atau setara sekitar Rp2,76 juta per gram. Pelaku pasar saat ini menaruh perhatian besar pada pernyataan Presiden Amerika Serikat yang mengancam akan menaikkan tarif impor terhadap Kanada hingga 100 persen.

“Selain isu perdagangan, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa turut memperkuat sentimen negatif di pasar keuangan global,” ujar Gunawan.

Ia menambahkan, risiko penutupan pemerintahan AS (government shutdown) kembali mencuat setelah muncul rencana pemblokiran RUU pendanaan oleh Partai Demokrat. Kombinasi berbagai sentimen tersebut membuat investor lebih memilih mengakumulasi emas dibandingkan aset berisiko lainnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat di level Rp16.770 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan sejumlah indikator keuangan Amerika Serikat, seperti indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun.

“Fokus pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada kebijakan moneter Bank Sentral AS atau The Fed yang dijadwalkan pada pekan ini,” jelas Gunawan.

Seiring penguatan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup menguat 0,27 persen ke level 9.058. Penguatan IHSG terjadi meski mayoritas bursa saham Asia ditutup melemah.

Gunawan mencatat, IHSG sempat tertekan dan menyentuh level terendah di 8.923, sebelum akhirnya berbalik menguat dan ditutup di level tertingginya pada perdagangan hari ini. (ng)