Bulog Mulai Serap Gabah Petani 2026, Target Sumut 62.718 Ton

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto disela kegiatan kegiatan Sergap dilakukan di Langkat.

Fokusmedan.com : Perum Bulog menegaskan telah memulai penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) hasil panen petani tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin penyerapan hasil panen petani.

Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di tingkat penggilingan. Sumatera Utara sebagai salah satu sentra produksi padi nasional diharapkan berkontribusi signifikan melalui penyerapan oleh Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto mengatakan, sejumlah daerah di Sumatera Utara telah memasuki masa panen padi, dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2026. Meski stok beras Bulog dalam kondisi aman, penyerapan gabah dan beras petani tetap menjadi prioritas.

“Walaupun stok Bulog mencukupi, penyerapan gabah dan beras produksi petani tetap kami lakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pada 2026 Bulog Kanwil Sumut menargetkan penyerapan GKP sebanyak 62.718 ton. Untuk mendukung target tersebut, kesiapan gudang dan sarana pendukung telah dipastikan.

“Kami sudah mulai melakukan penyerapan hasil panen petani di berbagai wilayah Sumatera Utara sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Salah satu kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) dilakukan di Desa Sambirejo dan Sendangrejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa Desa Sambirejo Serka Hendra Hartono serta kelompok tani setempat.

Dalam kegiatan itu, Bulog menyerap sebanyak 20 ton GKP dari lahan seluas 3,5 hektare. Gabah dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram di tingkat petani, telah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.

“Jika pembelian dilakukan di penggilingan, harga dapat ditambah biaya angkut maksimal Rp200 per kilogram,” jelas Budi.

Sesuai ketentuan pemerintah, Bulog membeli GKP dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk seluruh kualitas padi yang telah siap panen.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sambirejo, Tyasningsih, membenarkan bahwa padi yang dipanen petani telah berusia lebih dari 100 hari.

“Usia padi sudah cukup dan memang siap untuk dipanen,” ujarnya saat dihubungi.

Budi menambahkan, gabah yang diserap dari petani akan dimanfaatkan untuk berbagai program pemerintah, seperti Bantuan Pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta Bantuan Beras saat terjadi bencana alam.

“Kami mengimbau para petani agar memanen padi sesuai waktunya agar hasilnya optimal dan dapat segera diserap BULOG,” tutupnya. (ng)