
Fokusmedan.com : Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) terpantau mengalami penurunan pada akhir pekan pertama Januari. Penurunan harga terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, hingga bawang merah.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan harga cabai merah saat ini ditransaksikan di kisaran Rp19.000 hingga Rp23.000 per kilogram, turun cukup tajam dari sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.
“Penurunan harga ini utamanya dipicu oleh peningkatan pasokan di pasar, sehingga harga di tingkat konsumen ikut terkoreksi,” jelas Gunawan.
Selain cabai merah, harga cabai rawit juga tercatat turun menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp75.000 per kilogram. Harga cabai hijau kini berada di kisaran Rp21.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp23.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah turun signifikan dari kisaran Rp38.000 per kilogram menjadi Rp28.000 hingga Rp31.000 per kilogram.
Meski demikian, Gunawan menilai harga cabai rawit masih tergolong mahal, sementara harga bawang merah telah kembali ke level harga keekonomiannya. Ia memperkirakan, pada Januari ini Sumut berpeluang mencatat deflasi setelah lonjakan inflasi yang cukup tajam pada Desember lalu.
Namun di sisi lain, kondisi ini justru menekan nilai tukar petani. Penurunan harga yang terjadi dinilai berdampak pada daya beli petani, terutama karena harga cabai saat ini sudah berada di bawah harga keekonomian.
“Untuk cabai hijau dan cabai merah, petani dipastikan sudah menjual dengan kondisi merugi,” ungkapnya.
Gunawan memprediksi pemulihan harga komoditas hortikultura baru berpeluang terjadi pada Februari mendatang, menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun, kenaikan harga tersebut bukan semata karena peningkatan permintaan, melainkan juga dipengaruhi oleh potensi koreksi pasokan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra produksi hortikultura di Sumut.
Bencana banjir tersebut berisiko memicu gagal panen, sehingga produksi tanaman pangan di Sumut ke depan masih dibayangi ketidakpastian. Pemerintah pun dinilai akan menghadapi tantangan dalam mengendalikan harga bahan pangan menjelang perayaan keagamaan.
“Solusi jangka pendek diperlukan untuk meredam potensi lonjakan harga, khususnya pada komoditas cabai dan hortikultura lainnya,” katanya.
Sementara itu, seorang pedagang di Pasar tradisional di Medan Rosa mengakui penurunan harga cabai dan bawang mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, pasokan yang melimpah membuat harga di tingkat pedagang ikut turun.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam, telur ayam, dan daging sapi diproyeksikan masih akan bertahan di level tinggi. Adapun harga beras diperkirakan tetap stabil seiring masuknya musim panen raya.
Gunawan menambahkan, hingga saat ini pemetaan sumber produksi bahan pangan di Sumut masih menghadapi kendala. Pemulihan lahan pertanian pascabencana, ketersediaan modal petani, serta konsistensi pola tanam menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga pangan ke depan. (ng)
