
Fokusmedan.com : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah gencar mempercepat pemulihan layanan kesehatan serta kapasitas operasional di seluruh wilayah Sumatra sejak awal Januari. Upaya ini dilakukan melalui serangkaian langkah strategis, termasuk penilaian kondisi fasilitas, penanganan kebutuhan mendesak, dan reaktivasi layanan di fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pada Rabu (7/1) bahwa bencana yang melanda Sumatra telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur kesehatan. Kerusakan tersebut meliputi bangunan, peralatan medis, hingga ambulans yang sangat vital bagi mobilitas layanan.
Langkah-langkah pemulihan ini merupakan respons cepat pemerintah untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali mengakses layanan kesehatan yang memadai. Kemenkes berkoordinasi erat dengan berbagai pihak untuk mengembalikan fungsi fasilitas kesehatan seoptimal mungkin.
Pemulihan Infrastruktur dan Armada Ambulans
Salah satu fokus utama Kemenkes adalah pemulihan armada ambulans yang rusak akibat bencana. Menteri Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa kementerian telah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan otomotif untuk memperbaiki ambulans yang terdampak.
Dari total 204 ambulans yang rusak, sebanyak 85 unit telah berhasil diperbaiki dan kini kembali beroperasi untuk melayani masyarakat. Upaya ini krusial untuk memastikan mobilitas pasien dan tenaga medis di wilayah yang sulit dijangkau.
Selain itu, terdapat empat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang masih mengalami kerusakan parah dan belum dapat beroperasi penuh di dalam gedungnya. Puskesmas tersebut berlokasi di Kecamatan Lokop, Kabupaten Aceh Timur; Kecamatan Jambur Lak Lak, Kabupaten Aceh Tenggara; Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah; dan Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.
Untuk fasilitas di Lokop dan Jambur Lak Lak, Kemenkes sedang menyiapkan rencana relokasi. Sementara proses relokasi berjalan, puskesmas modular telah didirikan untuk memastikan layanan kesehatan sementara tetap tersedia bagi masyarakat setempat.
Penyediaan Air Bersih dan Peralatan Medis
Kemenkes juga menaruh perhatian besar pada pemenuhan kebutuhan air bersih di fasilitas kesehatan terdampak. Pembangunan sumur bor menjadi solusi untuk mengatasi masalah ini.
Dari 77 puskesmas yang membutuhkan akses air bersih, 13 di antaranya telah dilengkapi dengan sumur bor. Sebanyak 16 sumur bor lainnya sedang dalam tahap pembangunan, dan 48 lainnya telah dijadwalkan untuk pengembangan lebih lanjut.
Fasilitas laboratorium juga tidak luput dari perhatian. Kemenkes sedang melakukan penilaian untuk menentukan apakah peralatan yang rusak masih dapat diperbaiki. Untuk peralatan yang dinilai tidak dapat diperbaiki, kementerian mencari dukungan donor untuk pengadaan pengganti guna menjaga keberlangsungan layanan.
Prioritas Layanan dan Dukungan Multi-Pihak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa upaya pemulihan di sektor kesehatan berjalan relatif cepat berkat kerja sama erat dengan pemerintah daerah. Prioritas diberikan pada pemulihan layanan kesehatan yang kritis.
Salah satu layanan kritis yang harus segera dipulihkan adalah hemodialisis atau cuci darah. Gangguan yang berkepanjangan pada layanan ini dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan jiwa pasien.
Menteri Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada para profesional medis yang telah secara sukarela mendukung upaya pemulihan di daerah terdampak, serta kepada pemangku kepentingan lain yang berkontribusi pada kemajuan keseluruhan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan bahwa pengerahan personel dan sumber daya yang cepat oleh Kemenkes mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak. Muhari menegaskan bahwa upaya pemulihan didorong di semua sektor agar penduduk di tiga provinsi terdampak dapat kembali ke kondisi normal secepatnya.(yaya)
