
Fokusmedan.com : Pemerintah Kota Medan meminta pemerintah pusat menambah jumlah sekolah yang akan direvitalisasi pada tahun 2026. Permintaan tersebut disampaikan langsung Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, saat kunjungan kerja di SMK Negeri 7 Medan, Minggu (4/1/2026).
Permintaan itu disampaikan dalam kegiatan Revitalisasi Pendidikan yang turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Pemko Medan menilai penambahan kuota revitalisasi mendesak, seiring masih besarnya kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi pemerataan kualitas pembelajaran di ibu kota provinsi.
Zakiyuddin menegaskan, revitalisasi sekolah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
“Alhamdulillah, tadi sudah saya sampaikan langsung. InsyaAllah tahun 2026, kata Pak Menteri, jumlah sekolah yang direvitalisasi akan ditambah,” ujar Zakiyuddin kepada wartawan usai acara.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 Kota Medan telah memperoleh program revitalisasi pendidikan untuk 48 satuan pendidikan dengan total anggaran lebih dari Rp47 miliar. Namun jumlah tersebut dinilai masih belum sepenuhnya menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Sementara itu, Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti dalam sambutannya merinci bahwa pada 2025 sekolah-sekolah di Medan yang direvitalisasi terdiri dari 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, dan 2 SLB yang tersebar di berbagai wilayah kota.
Ia menyebutkan, progres pengerjaan revitalisasi menunjukkan hasil menggembirakan. Sebanyak 21 satuan pendidikan telah rampung 100 persen, 24 satuan pendidikan mencapai progres di bawah 95 persen, dan 3 satuan pendidikan berada pada tahap penyelesaian 95 hingga 99 persen.
“Secara keseluruhan, pembangunan dan revitalisasi sekolah ditargetkan selesai 100 persen pada akhir Januari 2026. InsyaAllah mulai Februari seluruh sekolah yang direvitalisasi sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar yang lebih berkualitas,” kata Abdul Mu’ti.
Selain itu, Mendikdasmen juga memaparkan dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Tercatat sebanyak 1.215 sekolah terdampak bencana, seperti longsor dan musibah alam lainnya.
Dari jumlah tersebut, 1.157 sekolah telah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar, 19 sekolah masih menggunakan tenda darurat, dan 29 sekolah lainnya masih dalam proses pembersihan pascabencana.
“InsyaAllah tanggal 5 nanti, sebagian besar sekolah yang masih dalam tahap pembersihan sudah bisa digunakan kembali,” ujarnya.
Pemerintah pusat, lanjut Abdul Mu’ti, telah mengeluarkan surat edaran khusus yang memberikan fleksibilitas pelaksanaan pembelajaran bagi sekolah-sekolah terdampak bencana, menyesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana masing-masing. (ram)
