
Fokusmedan.com : Mayoritas bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan pagi ini. Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan turut menguat terbatas di level 8.673.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menilai, penguatan IHSG terjadi di tengah minimnya sentimen fundamental baru di pasar. Pelaku pasar cenderung mengandalkan pergerakan teknikal sembari menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Di sisi global, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bergerak stabil dengan kecenderungan melemah ke kisaran 4,15 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) terpantau mengalami tekanan dan berada di level 98,17. Kedua indikator tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pada perdagangan pagi ini, rupiah terpantau bergerak stabil di level 16.765 per dolar AS.
Sementara itu, harga emas dunia masih melanjutkan tren penguatan dan kembali mencetak rekor tertinggi baru. Harga emas saat ini berada di level 4.488 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,43 juta per gram. Harga tersebut kian mendekati level psikologis 4.500 dolar AS per ons troy.
Gunawan menjelaskan, kenaikan harga emas masih dipicu oleh sentimen yang sama, yakni spekulasi pemangkasan suku bunga acuan serta meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia. Untuk perdagangan hari ini, harga emas juga diuntungkan oleh melemahnya imbal hasil US Treasury dan tekanan pada kinerja dolar AS. (ram)
