Delegasi IIS Tiba di Bali, Pelajari Budaya Masyarakat Hindu Jelang Hari Raya Galungan

Salah satu delegasi Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 tiba di Bali.

Fokusmedan.com : Delegasi Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 tiba di Bali sebagai rangkaian akhir dari program perjalanan lintas agama dan budaya. Kedatangan para peserta disambut oleh Kabag tata usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Syarif Hidayatullah, beserta jajarannya.

Di Denpasar, delegasi mengikuti sesi berbagi (sharing session) bersama Guru Besar Pendidikan Nilai Hindu UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Kadek Aria Prima Dewi. Ia memaparkan sejumlah tradisi utama dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali, salah satunya membanten saiban, yaitu ritual sederhana berupa persembahan makanan sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diterima.

“Tradisi ini, merupakan bentuk kesadaran spiritual bahwa setiap makanan harus dibagi terlebih dahulu kepada semesta sebelum dinikmati oleh manusia,” terangnya.

Prof. Aria juga menjelaskan bahwa dalam hampir setiap rumah umat Hindu di Bali terdapat palinggih atau tempat ibadah keluarga dengan struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Keberadaan palinggih ini mencerminkan keterikatan masyarakat Hindu terhadap nilai kesucian serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Hyang Widhi dalam konsep Tri Hita Karana.

“Disini tempat kami (masyarakat Hindu) berdoa sehari-harinya, setiap struktur ada filosofis maknanya, disesuaikan dengan dewa dan dewi yang ada dalam kepercayaan Hindu,” jelasnya.

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, ia mengajak delegasi untuk memahami makna filosofis kedua perayaan tersebut,  terutama Galungan yang dirayakan esok hari oleh umat Hindu. Ia menjelaskan bahwa Galungan merupakan momentum spiritual untuk menguatkan kembali hubungan antara manusia dan leluhur melalui persembahan suci yang disiapkan keluarga.

“Hari raya Galungan adalah hari dimana masyarakat hindu merayakan Kemenangan Dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Beberapa hari kemudian, kami merayakan hari raya Kuningan, dimana untuk bersyukur atas berkat dan kemenangan kita,” ungkapnya.

Para delegasi kemudian diajak melihat dan mempraktikkan sebagian persiapan ritual, mulai dari menata banten, menyusun buah-buahan yang ditumpuk secara berlapis, hingga melipat daun kelapa (janur) yang menjadi unsur penting dalam berbagai jenis persembahan. Para peserta mengikuti aktivitas ini sembari mempelajari detail filosofi serta keterampilan tradisional yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bali.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi delegasi IIS untuk memahami spiritualitas Bali secara langsung, sekaligus melihat bagaimana tradisi dan nilai lokal tetap terjaga di tengah modernitas. Dengan pengalaman ini, peserta diharapkan semakin mengenal corak keberagaman Indonesia yang kaya dan hidup dalam keseharian masyarakat. (ram)