Harga Cabai di Sumut Tembus Rp68 Ribu per Kg, Berpeluang Mahal hingga Oktober

Harga cabai merah di Sumatera Utara tembus Rp68 ribu per kg akibat menurunnya produksi dari petani.

Fokusmedan.com : Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Sumatera Utara kembali melonjak tajam. Berdasarkan pemantauan Jumat (5/9), cabai merah terpantau dijual hingga Rp68 ribu per kilogram. Kenaikan ini turut diikuti cabai rawit dan cabai hijau yang berada di kisaran Rp50–60 ribu per kilogram.

Lonjakan harga cabai dipicu menurunnya produksi di berbagai sentra di Sumut akibat dampak musim kemarau. Kondisi ini diperparah dengan tingginya permintaan dari luar daerah, terutama dari Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, yang porsinya hampir setara dengan total kebutuhan konsumsi di Sumut.

Sementara itu, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga cabai merah keriting di Pulau Jawa jauh lebih rendah, yakni rata-rata Rp33.350 per kg di Jawa Timur dan Rp36.350 per kg di Jawa Tengah. Artinya, cabai dari Jawa berpeluang masuk ke Sumut untuk menekan harga.

“Dari pemantauan, cabai Jawa memang sudah masuk ke Sumut. Harga yang bisa diterima pedagang besar diperkirakan maksimal Rp45 ribu per kilogram. Itu artinya, harga cabai di pasar Sumut masih berpotensi berada di rentang Rp50–60 ribu per kilogram dalam sepekan ke depan,” ujar Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, Sabtu (6/9/2025).

Namun, situasi harga diperkirakan belum akan stabil dalam waktu dekat. Pasalnya, produksi cabai di Sumut diproyeksikan turun lebih dari 50% pada Oktober. Jika pasokan dari daerah lain tidak mencukupi, harga cabai di Sumut berpeluang bertahan tinggi hingga bulan depan.

“Yang perlu diwaspadai, jika harga cabai di Jawa juga ikut naik. Apalagi permintaan ke Pulau Jawa juga meningkat. Maka faktor harga jual, bukan hanya supply, akan membuat harga cabai sulit turun,” tambahnya. (ng)