
Fokusmedan.com : Kinerja pasar keuangan domestik mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Kamis, 24 Juli 2025. Mata uang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah, di tengah kekhawatiran pasar terhadap perkembangan negosiasi tarif dagang antara Amerika Serikat (AS) dan sejumlah mitra strategisnya.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menyebutkan bahwa penguatan Dolar AS dan naiknya imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turut memberikan tekanan terhadap rupiah.
“USD Index berada di level 97,57, dan yield Treasury 10 tahun naik mendekati 4,4%. Kedua indikator ini memicu pelemahan rupiah ke level Rp16.325 per Dolar AS di sesi pagi. Sepanjang hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.280 hingga Rp16.350 per Dolar,” ungkap Gunawan.
Sementara itu, IHSG sempat dibuka menguat di level 7.542, namun berbalik melemah dan memasuki zona merah seiring memburuknya kinerja bursa saham di kawasan Asia.
“Tekanan eksternal, terutama dari regional Asia, memberi sentimen negatif ke IHSG. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang 7.500 hingga 7.570,” ujarnya.
Gunawan menambahkan, ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan ASEAN turut menjadi faktor yang membebani pasar menjelang akhir pekan.
“Pasar juga sedang mencermati batas waktu negosiasi tarif antara AS dan sejumlah negara mitra dagangnya. Ketidakpastian ini menciptakan kecemasan, karena jika negosiasi gagal atau berlangsung alot, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap perdagangan global dan pasar keuangan,” jelasnya.
Di sisi lain, harga emas dunia juga mengalami koreksi. Saat ini, emas diperdagangkan di kisaran USD 3.367 per ons troy, atau setara dengan sekitar Rp1,6 juta per gram. (ram)
