Ketegangan di Timur Tengah Mereda, Pasar Keuangan Bergerak Sideways

Ilustrasi kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Ketegangan mereda di Timur Tengah setelah konflik antara Iran dan Israel sempat memanas sebelumnya. Sementara itu, sikap Gubernur Bank Sentral AS atau The FED yang tetap mempertahankan kebijakan sikap hati-hati terhadap kemungkinan inflasi setelah kebijakan tarif sebelumnya, memunculkan spekulasi bahwa The FED sementara waktu masih bernada hawkish, dengan outlook pemangkasan bunga yang belum terlihat.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, dalam testimoni Gubernur The FED kemarin, kepastian kapan bunga akan dipotong juga belum terlihat. Namun hal utama yang menjadi fokus perhatian pasar adalah bahwa pemangkasan bunga acuan memungkinkan dilakukan jika dampak inflasi hanya berlaku sesaat.

“Bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan melemah,” ujarnya, Kamis (26/6/2026).

IHSG di sesi pembukaan perdagangan dibuka menguat tipis di level 6.842 di tengah kinerja bursa saham Asia yang bergerak beragam. IHSG berpeluang bergerak seirama dengan mayoritas bursa di Asia dan berpotensi ditransaksikan dalam rentang 6.800 hingga 6.860.

Tidak jauh berbeda, mata uang Rupiah juga ditransaksikan relatif stabil dikisaran level 16.285 per US Dolar pada perdagangan pagi ini.

Rupiah memiliki momentum penguatan ditengah US Dolar yang alami tekanan saat ini. Dimana US Treasury 10 tahun ditambah dengan USD Index alami pelemahan. Rupiah masih berpeluang untuk menguat dekati level psikologis 16.200 – 16.230 per US Dolar.

Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level $3.331 per ons troy atau sekitar 1.75 juta per gram. (ram)