Diselimuti Kabar Buruk, IHSG dan Rupiah Ditutup Beda Arah

Ilustrasi kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Pada Mei, Indonesia alami deflasi sebesar 0.37% secara bulanan (mtm). Ditambah lagi data neraca perdagangan yang mengalami penurunan meskipun masih terjadi surplus. Data neraca dagang di tanah air pada bulan April tercatat sebesar 0.15 miliar dolar, atau jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi bulan maret sebesar 4.33 miliar dolar.

Realisasi surplus neraca perdagangan yang menyusut tersebut direspon negatif oleh IHSG, walaupun Rupiah justru bergerak sebaliknya. Ditambah lagi dengan melemahnya mayoritas bursa di Asia, membuat IHSG ditutup melemah 1.54% di level 7.065,069. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG ditransaksikan dalam rentang 7.035 hingga 7.152.

Sementara itu, mata uang Rupiah ditutup menguat di level 16.245 per US Dolar. Penguatan mata uang Rupiah terjadi disaat USD Index alami pelemahan ke level 98.74.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, selain USD Index, imbal hasil US Treasury juga terpantau melemah dikisaran 4.44%. Memburuknya sejumlah indikator keuangan AS turut menjadi katalis positif bagi Rupiah.

“Pasar keuangan secara keseluruhan pada perdagangan hari ini dipengaruhi oleh banyak sentimen negatif. Pelaku pasar selanjutnya akan fokus kepada agenda ekonomi AS yang akan menjadi penggerak pasar pada perdagangan besok,” ujarnya, Senin (2/6/2025).

Di sisi lain, harga emas ditransaksikan menguat ke level $3.346 pe rons troy, atau sekitar 1.75 juta per gram. (ram)