IHSG Menguat di Tengah Tensi Perang Dagang Yang Mereda

Ilustrasi kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Bank Indonesia seperti yang diproyeksikan sebelumnya tetap mempertahankan besaran bunga acuan di level 5.75%. Kebijakan tersebut sesuai dengan harapan pelaku pasar, di mana bunga acuan yang dipertahankan tetap dinilai lebih mencerminkan situasi saat ini.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, tren inflasi yang memiliki kecenderungan naik, tentunya menjadi gambaran yang tidak harus direspon dengan memangkas bunga acuannya. Walaupun kebijakan mempertahankan suku bunga acuan masih sesuai harapan pasar.

Mata uang Rupiah terpantau melemah hingga kelevel 16.885 per US Dolar. Dan Rupiah mampu mengurangi kerugiannya dengan ditutup melemah tipis di level 16.860 per US Dolar.

Sementara itu, IHSG mampu berada di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung hingga sesi penutupan perdagangan. IHSG ditutup menguat 1.47% di level 6.634,377 pada perdagangan hari ini.

“Penguatan IHSG terdorong oleh sejumlah kabar baik dari Presiden AS Donald Trump yang menunjukan sikap melunak terhadap kebijakan tarif impor ke China. Selain itu, Presiden AS juga tidak akan memecat Gubernur Bank Sentral AS hingga masa jabatannya berakhir,” ujarnya, Rabu (23/4/2025).

Belakangan ini indepedensi Bank Sentral AS diuji seiring kampanya Presiden AS agar suku bunga acuan The FED bisa diturunkan. Tekanan tersebut dilontarkan saat ekspektasi laju tekanan inflasi justru alami peningkatan setelah AS menaikkan tairf impor ke sejumlah negara.

Dan pada perdagangan hari ini, tidak ada pernyataan dari pejabat di China terkait kelanjutan ancaman bagi negara yang melakukan negosiasi tarif ke AS.

Trensi perang dagang pada perdagangan hari ini mereda. Namun menjadi kabar buruk bagi emas yang sempat menyentuh $3.500 per ons troy, dan ditransaksikan turun diharga $3.322 per ons troy atau sekitar 1.8 juta per gram. (ram)