
Fokusmedan.com : Pada perdagangan hari ini, Rabu (25/6/202 tidak ada agenda ekonomi penting yang akan dirilis. Sentimen teknikal akan lebih banyak berpengaruh dibandingkan dengan fundamental.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, satu-satunya data penting yang mampu menggerakkan pasar adalah indeks kepercayaan konsumen AS, yang diproyeksikan akan turun dikisaran angka 100. Meski demikian data tersebut juga baru akan berpengaruh ke pasar keuangan besok.
Namun, lanjutnya, pasar keuangan masih terpaku dengan kinerja US Dolar yang belakangan ini kinerjanya kerap merepotkan Rupiah. Rilis data inflasi AS pada akhir pekan ini akan menjadi pertaruhan besar bagi mata uang Rupiah karena US Dolar bisa saja diuntungkan dengan rilis data inflasi tersebut terlebih saat inflasi AS justru lebih tinggi dari perkiraan awal.
Pada perdagangan pagi ini, kinerja IHSG dibuka melemah di level 6.875 di tengah terkoreksinya mayoritas bursa di Asia. Dan mata uang rupiah kemballi menguat di level 16.370 dan menjauh dari level psikologis 16.400 per US Dolarnya.
“Sejumlah indikator kinerja US Dolar pada dasarnya tidak begitu mendukung penguatan mata uang US Dolar pada hari ini,” tuturnya.
Diantaranya adalah melemahnya kinerja USD Index dikisaran 105.4, serta stagnasi pada imbal hasil US Treasury 10 tahun yang berada dikisaran 4.236%. Yang seharusnya tidak memberikan dorongan besar bagi kinerja mata uang US Dolar untuk menguat.
Sementara itu, harga emas ditransaksikan dikisaran $2.329 per ons troy. Sedikit mengalami penguatan dibandingkan dengan perdagangan kemarin. (ram)
