KSI dan PMN 2024 USU Berikan Edukreatif ke Anak Down Syndrome

KSI dan PMN 2024 USU berikan edukreatif ke anak down syndrome. Ist

Fokusmedan.com : Di tengah semaraknya semangat inklusi dan keberagaman, Rumah Difabel Sharaswaty menyelenggarakan program edukreatif bagi penyandang disabilitas down syndrone. Pelaksanaan ini dikolaborasikan oleh Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) bersama Kelompok 5 Modul Nusantara Si Beru Dayang Pertukaran Mahasiswa Merdeka Inbound Universitas Sumatera Utara Batch 4 dan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) serta Aku Hebat Club (AHC).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyuarakan pentingnya inklusi dan kesetaraan dalam masyarakat. Acara yang dipandu oleh sejumlah pembicara, antara lain Dosen Pembimbing Lapangan Ameilia Zuliyanti Siregar serta Founder KSI Dewi Natadiningrat menghadirkan nuansa kehangatan dan inspirasi bagi semua yang hadir.

Founder KSI Dewi Natadiningrat mengatakan, rangkaian acara dimulai dengan sesi “Story Telling” dengan penuh keceriaan yang membawa peserta dalam petualangan imajinatif yang mendebarkan. Setelah itu, suasana kreatifitas memenuhi ruang dengan sesi mewarnai dan memberikan kebebasan bagi mereka untuk mendorong mengrkspresikan diri dengan mengkloning telapak tangan ke media gambar.

“Ada juga edukasi tentang pentingnya cuci tangan menjadi bagian tak terpisahkan dalam acara ini, mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” katanya di Rumah Difabel Sharaswaty di Helvetia Medan, Rabu (12/6/2024).

Selain itu, lanjutnya, peserta juga diajak untuk bersenam down syndrome, bernyanyi dan fun games yang bertujuan agar peserta down syndrome turut aktif berpartisipasi dan bahagia.

Turut mensukseskan acara, Lision Officer (LO) Raihan Azhari Sagala (USU), serta anggota kelompok 5 Si Beru Dayang, seperti Nadhifah Fairuz Saga (Universitas Pancasila), Yunvalisha Maritza (Universitas Negeri Semarang), Diana Kristyana (Politeknik Negeri Malang), Sita Rosiana (Universitas Islam NU Jepara), Vionia Pangkerego (Universitas Sam Ratulangi), dan Merry Sibayang (IPB). Tidak lupa, kehadiran orang tua anak-anak menjadi pilar dukungan yang tak tergantikan dan mampu menguatkan semangat inklusi.

Dewi Natadiningrat menambahkan, program “Edukreatif bagi Anak Down Syndrome” bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga sebuah perayaan akan keberagaman dan inklusi yang menjadi bukti bahwa hari itu tak hanya menyisakan kenangan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru.

“Semoga semangat ini terus membawa berkah dan inspirasi bagi kita semua untuk selalu merangkul keunikan setiap individu, tanpa terkecuali,” pungkasnya. (ng)