14/06/2024 6:15
SUMUT

Kades di Deli Serdang Ditangkap Usai Rampok dan Aniaya Mahasiswa

Kades di Deli Serdang ditangkap usai rampok dan aniaya mahasiswa. Ist

Fokusmedan.com : Seorang kepala desa di Deli Serdang ditangkap usai melakukan penganiayaan dan perampokan terhadap mahasiswa UINSU, AK (17) di Jalan TB Simatupang Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

Oknum kepala desa yang ditangkap bernama Abdul Haris (27) warga Desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak. Polisi juga menangkap dua tersangka lainnya yakni M Irfandi (34) dan Al Hafiz Syahputra (24).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy JS Marbun menyampaikan kronologis kejadian ini bermula ketika korban pada Jumat malam, 23 Februari 2024, berangkat dari rumahnya naik sepeda motor menuju kantor relawan di Pinang Baris, Medan Sunggal.

“Pada saat di Pinang Baris (Jalan TB Simatupang) tiba-tiba ada mobil pribadi Suzuki Ertiga dengan plat BK 142 AAJ, tidak memberikan korban memotong (mendahului),” ujarnya saat menggelar konferensi pers, Kamis (29/2/2024) malam.

Teddy mengatakan saat itu sepeda motor dan mobil korban juga sempat terjadi senggolan, yang mengakibatkan body mobil yang dinaiki para pelaku menjadi lecet.

“Sopirnya turun lalu menuduh korban seolah-olah baru membeli narkoba dan menggeledah kantong celana korban dan para pelaku meminta pertanggungjawaban,” katanya.

Para pelaku pun terlibat cekcok mulut dan lalu mengancam menembak korban dengan mengaku sebagai anggota polisi.

“Siapa yang kau anggarkan rupanya, kami anggota (polisi) semua ini. Korban juga dipiting, dijambak rambutnya,” ujar Teddy menirukan perkataan pelaku.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu kemudian datang dan meredakan ketegangan. Pelaku lalu menyuruh korban menelpon orangtuanya.

“Karena tidak diangkat salah satu pelaku langsung mengambil handphone korban, sehingga terjadi pencurian dengan kekerasan,” ungkapnya.

Usai merampok hp korban, lanjut Teddy menyampaikan ketiga pelaku lalu tancap gas naik mobil meninggalkan korban. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.

Polisi yang menerima laporan ini kemudian melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap ketiga tersangka.

“Tersangka MI (M Irfandi) inilah yang mengaku sebagai Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal. Kemudian tersangka AHS ini yang merampas HP korban,” katanya.

Lanjut Teddy menjelaskan pihaknya juga menangkap seorang kepala desa yang turut serta melakukan tindak pidana penganiayaan dan perampokan.

“AH ini seorang kepala desa,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan, motif penganiayaan dan perampokan ini karena persoalan sepele yakni kecelakaan lalu-lintas (lakalantas).

“Motifnya karena lakalantas terjadi cekcok, yang disayangkan terjadi tindakan kekerasan dengan mengambil barang-barang milik korban,” tambah Kapolsek Sunggal Kompol Candra Yudha Pranata.

Ia melanjutkan dari pemeriksaan pelaku baru pertama kali melakukan aksi kejahatan tersebut.

“Mereka spontan karena sempat senggolan, lalu cekcok dengan korban. Dari pemeriksaan baru sekali melakukan,” tukasnya.

Akibat perbuatannya ketiga tersangka dikenakan dengan Pasal 365 Kuhpidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara. (Rio)