14/06/2024 7:38
EKONOMI & BISNIS

The FED Kian Jauh dari Rencana Pemotongan Bunga Acuan, IHSG Masih Bergerak Anomali

Pegawai menunjukan mata uang rupiah dan dolar AS di Dolar Asia Money Changer. Bisnis

Fokusmedan.com : Kinerja bursa saham di Asia masih kesulitan untuk menguat pada perdagangan hari ini, Junat (5/1/2024). Terpantau sejumlah bursa di Asia bergerak mendatar di sesi perdagangan pagi.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, jika merujuk kepada sejumlah agenda ekonomi di negara Asia Tenggara maka pelaku pasar sedianya lebih mengambil posisi wait and see terlebih dahulu. Ditambah lagi malam nanti AS akan merilis data ketenagakerjaan yang akan menjadi fokus pelaku pasar selanjutnya.

IHSG pada sesi pembukaan perdagangan ditransaksikan menguat dikisaran level 7.390. Jika merunut kepada kinerja IHSG kemarin, maka IHSG mampu bergerak anomali dibandingkan dengan pergerakan sejumlah bursa di Asia.

“Namun untuk hari ini ruang penguatan IHSG sangat terbatas, dan masih akan dibayangi oleh kinerja bursa regional yang berpeluang memburuk,” ujarnya.

Sementara itu, mata uang rupiah yang sempat tertekan di awal sesi perdagangan kemarin namun menguat disesi penutupan. Pada perdagangan pagi ini rupiah ditransaksikan melemah dikisaran level 15.520 per US Dolar.

Data ketenaga-kerjaan AS yang membaik, di mana sektor swasta menyerap lebih banyak tenaga kerja (164.000) dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya dikisaran 130 ribu, mereduksi ekspektasi pemotongan bunga acuan bank sentral AS.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan cukup stabil dikisaran $2.047 per ons troy nya. Harga emass relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan meskipun rimbal hasi US Treasury 10 tahun mengalami kenaikan dan mendekat 4%. Kenaikan imbal hasil tersebut sangat berpeluang membuat US dolar menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya termasuk juga dengan harga emas. (ram)