
Fokusmedan.com : Kinerja inflasi inti di AS pada akhir pekan kemarin dirilis sesuai dengan ekspektasi. Inflasi inti AS berada di level 3.7% (YoY), melemah dibandingkan dengan bulan agustus yang sebesar 3.8%.
Rilis data tersebut sejauh ini menggiring ekspektasi, bahwa The FED di pekan ini akan tetap mempertahankan besaran bunga acuannya. Sementara itu, sejumlah data penting yang akan di rilis banyak negara besar diperkirakan angkanya tidak akan jauh dari ekspektasi.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, rilis data non farm payroll dan tingkat pengangguran AS akan menjadi sentimen penggerak pasar selanjutnya di akhir pekan. Sementara dari tanah air akan ada rilis data inflasi serta PMI (purchasing manager’s index) yang akan menjadi data penentu selanjutnya.
“Meski demikian, dua data tersebut tidak akan berpengaruh besar pada kinerja pasar keuangan di tanah air. Kecuali jika indeks PMI turun di bawah level 50, maka akan memicu tekanan pada pasar keuangan di tanah air,” ujar Gunawan, Senin (30/10/2023).
Pelaku pasar di pekan ini, lanjutnya, akan banyak disajikan dengan sejumlah agenda ekonomi penting. Namun pelaku pasar akan lebih tefokus pada perkembangan konflik di timur tengah. Dimana konflik yang berpeluang meluas ke negara teluk lainnya. Pasar keuangan tengah dibayangi rencana invasi darat Israel ke jalur gaza, yang bisa memicu respon iran untuk melakukan serangan langsung ke Israel.
Kondisi pasar keuangan global sangat berpeluang memburuk jika eskalasi konflik timur tengah meningkat. Pada perdagangan awal pekan ini, sejumlah bursa di Asia bergerak sideways.
IHSG diproyeksikan juga akan bergerak dengan irama yang sama dalam rentang 6.700 – 6.770. Pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG dibuka melemah tipis di level 6.758,37.
Sementara itu, mata uang rupiah diproyeksikan akan melemah di pekan ini. Rupiah sangat berpeluang untuk menguji level 16.000 per US Dolar. Mata uang US Dolar pada umumnya kerap diuntungkan disaat The FED akan menetapkan besaran bunga acuannya.
“Beban rupiah dipekan ini adalah agenda Bank Sentral AS yang diproyeksikan mempertahankan bunga acuannya, potensi kenaikan imbal hasil obligasi AS, eskalasi konflik di timur tengah hingga kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujarnya.
Pada perdagangan pagi ini rupiah dibuka menguat di level 15.914 per US Dolar. Berbeda dengan mata uang rupiah, harga emas pada perdagangan akhir pekan kemarin mampu menembus $2.000 per ons troy nya. Pada perdagangan pagi ini harga emas ditransaksikan bergerak stabil di level $2.004 per ons troy. Harga emas masih berpeluang naik jika tensi geopolitik di timur tengah mengalami peningkatan. (ng)
