
Fokusmedan.com : Keterangan dua saksi mahkota di sidang dugaan pembunuhan berencana terhadap Paino mantan legislator Golkar Kab Langkat kian mengkuatkan tentang aktor pelakunya.
Heriska Wantenero alias Tio dan Sulhanda Yahya alias Tato, dua terdakwa yang menjadi saksi mahkota menjelaskan kepada majelis hakim kronologi penembakan sebabkan korban tewas di Desa Besilam Bukit Lembasah Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, medio Januari 2023 lalu.
Sidang dipimpin Ladys Bakara didampingi Maria Barus dan Dicky Irvandi, Kamis (13/7/2023), meski molor dan berlangsung hingga pukul 21.00 Wib diikuti warga dengan antusias di ruang Prof Kusuma Admaja PN Stabat dengan pengawalan ketat personil Polres Langkat.
Selain menghadirkan Tio dan Tato termasuk Persadanta maupun Dedi selaku eksekutor, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat turut sertakan Luhur Sentosa alias Tosa Ginting di kursi untuk kali pertamanya.
Tio mengawali kesaksian ke majelis mengaku, kenal Luhur Sentosa Ginting alias Tosa ketika masih sekolah menengah pertama (SMP) dan sempat bekerja beberapa pekan untuk Tosa sebelum terjadinya kasus pembunuhan tersebut.
Terkait pembunuhan, Tio sebelumnya tidak mengenal Paino dan tidak tahu menahu akan terjadinya pembunuhan. Namun, awal percobaan pembunuhan terhadap diungkap dia pada 20 Januari.
Dikisahkan dia, berboncengan dengan Tato diintruksikan ikuti Tosa ke areal perkebunan yang lokasinya tidak ia ketahui.
Sebelumnya, Tosa memerintahkan kepada Tato agar membawa kampak, parang dan kelewang, tanpa mereka bantah.
Nah, tiba di lokasi mereka diperintah Tosa, jika ada seseorang bersepeda motor jenis trail warna hitam melintas harus dibantai (bunuh) dengan senjata tajam tadi. Bahkan, Tosa ingatkan agar mereka berdua memastikan korban nantinya harus benar benar mati. “Jangan tinggalkan sebelum dipastikan sudah mati,” beber Tio tentang perintah Tosa.
Alasan membunuh Paino menurut Tosa ketika itu, urai Tio, kesal sawit milik mereka kerap dicuri dan korban dituduh sebagai penadahnya.
Tetapi, diakui Tio, bersama Tato tak berani mengeksekusi dengan berbagai macam alasan sebabkan Tosa marah.
Sekitar tanggal 26 Januari 2023, saat Tio tiba di kediaman Tosa kembali mendapat perintah memberikan sebo dan baju lengan panjang kepada Dedy.
Selanjutnya bersama
Tosa, Dedy, Tio, Sahdan, Tato dan Rasyid menuju bukit Nenengan. Disitu, persisnya digudang milik Tosa diserah terimakan senjata api, namun saksi Tio tidak mengetahui secara pasti apa maksudnya hanya saja menduga pasti ada rencana eksekusi atau pembunuhan. Namun disuruh menunggu, sementara terdakwa Tosa, Tato, Dedy dan Sahdan pergi entah kemana.
Sampai akhirnya saat Tio bersama Tosa dalam mobil ada yang menelepon Tosa dan didengar Tio seperti suara Dedy ucapkan sukses bos. Tak lama kemudian tersiar kabar kematian Paino yang dilihat Tio melalui media sosial.
Tio kepada majelis mengaku mendapat ancaman dari Tosa, jika masalah senjata api sampai ada orang lain tahu, maka dia juga anak dan istri akan dibantai.
Sulhanda Yahya alias Tato saksi mahkota berikutnya memberikan keterangan tidak jauh berbeda. Bahkan, akui mendengar perintah langsung Tosa menghabisi Paino. (jie)
