17/06/2024 15:04
SUMUT

Sidang Pembunuhan Paino, 3 Personel Polres Langkat Ungkap Proses BAP Saksi

Fokusmedan.com : Sidang kasus pembunuhan mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat Paino kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (7/7/2023).

Persidangan dengan nomor perkara 286/Pid.B/2023/PN.Stb, masih dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, dengan terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa.

Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Langkat menghadirkan saksi verbal lisan, tiga personil Polres Langkat yaitu Kanit Pidum Polres Langkat Ipda Herman F Sinaga, beserta dua juru periksa Bripka Dodi Arjuna dan Brigpol Agus Efendi.

Dalam keterangannya, Herman menjelaskan tentang penemuan atau pencarian senjata api (pistol) yang dibuang saksi Rudi disekitar ladang ubi dan jagung di daerah Binjai Timur, setelah Rudi berjumpa dengan terdakwa Tosa dari lokasi Key Garden.

Senjata api tersebut ditemukan Rudi didalam jok sepeda motornya sepulang dari Key Garden, dimana sebelumnya sepeda motor  dipinjam Tosa, lalu dibawa pergi oleh anggota Tosa (saat ini senjata api sudah disita sebagai barang bukti atas kasus pembunuhan Paino).

Terkait pencarian senjata api tersebut, berdasarkan kesaksian Kanit Pidum, sebelumnya telah dilakukan pengembangan dengan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak dan pemeriksaan/interogasi kepada beberapa orang, namun Rudi saat itu belum mengakui tentang senjata api yang dibuangnya.

Namun, lanjut Herman, setelah Rudi didampingi kuasa hukumnya, barulah dia mengakui jika dirinya ada membuang senjata api tersebut disekitar lokasi ladang jagung dan ubi.

Sementara, Brigpol Agus Efendi, membenarkan jika dirinya ada memeriksa saksi Sumarti dalam perkara pembunuhan Paino yang didasari dengan surat perintah.

“Siap, benar yang mulia saya yang melakukan pemeriksaan (berkas berita acara pemeriksaan perkara) terhadap saksi Sumarti dan pemeriksaan saat itu juga sesuai dengan SOP yang berlaku”, sebut Agus dihadapan majelis hakim.

Lebih lanjut dikatakan Agus, saksi Sumarti saat dilakukan pemeriksaan juga sempat membaca hasil dari BAP yang dilakukan.

Agus juga menjelaskan, jika saat berada diruangan pemeriksaan, sebelum dilakukan BAP, terlebih dahulu dilakukan dialog kepada saksi Sumarti agar saksi merasa tenang dan nyaman.

Saksi verbal lisan selanjutnya, Bripka Dody Arjuna saat dikonfrontir dengan keterangan saksi Lely Agustina, membenarkan jika ada memeriksa saksi di warung Amiran.

Kemudian, kata Dody, pemeriksaan kedua dilakukan di rumah sakit sebagai keterangan tambahan. Dan pemeriksaan selanjutnya dilakukan oleh saksi Brigpol Agus Efendi.

Terkait keberadaan mobil yang digunakan dalam perkara pembunuhan berencana tersebut, Bripka Dody tidak membantah bila  saksi Lely saat itu ada menyampaikan keberatan terkait pernyataan masalah jenis mobil.

Hanya saja, sebut dia, saat dilakukan pemeriksaan terhadap saksi Lely, ada keraguan mengenai jenis mobil, apakah Ertiga atau Avanza, hanya berwarna gelap saja.

“Saat di BAP, hanya pernyataan saksilah yang dituangkan saat pemeriksaan di kepolisian,” papar Dody dalam persidangan.

Sumarti sendiri, dalam persidangan tersebut tetap membantah pernyataan Brigpol Agus Efendi, yang menyebutkan ada meminjamkan kaca mata. Menurut Sumarti dirinya tidak pernah ada memakai atau dipinjamkan kaca mata dari Agus untuk membaca BAP.

Bahkan menurut Sumarti, dirinya sangat tertekan saat diperiksa di kepolisian, karena saat itu juga seluruh keluarganya berada di kantor polisi.

Walau bukan Brigpol Agus mengintimidasi, namun saksi Sumarti tidak mengetahui dan tidak mengenal oknum mengintimidasi dirinya.

Sumarti pun tetap pada kesaksianya, jika dirinya tidak pernah membaca hasil BAP, namun hasil BAP dibacakan oleh Brigpol Agus saja.

Sedangkan saksi Lely dihadapan majelis hakim mengaku, dirinya di BAP sebanyak empat kali oleh pihak Kepolisian. Pertama, saksi diperiksa di salah satu warung (warung Amiran). Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan ulang di Polres Langkat, pemeriksaan berikutnya di rumah sakit dan terakhir  di rumah kepala desa.

Masih pengakuan Lely, ada beberapa poin dalam BAP tidak sesuai penjelasanya saat diperiksa di kepolisian, salah satunya terkait masalah jenis mobil yang sempat singgah di vwarung tempat dia bekerja.

Lely akui tidak mengetahui secara pasti jenis mobilnya karena memang tidak paham jenis mobil, sehingga ia tidak pernah memberikan kesaksian tentang jenis mobil apa yang singgah di warung tempat ia bekerja saat itu.

Setelah mendengarkan keterangan seluruh saksi, majelis hakim menyudahi sidang dan akan dilanjutkan kembali dengan agenda serupa pekan depan.(jie)