14/07/2024 8:45
EKONOMI & BISNIS

Penjualan Ayam Turun, Indikasi Melemahnya Daya Beli

Sejumlah pedagang ayam di Medan mengeluhkan penjualan yang menurun. FM

Fokusmedan.com : Sejumlah pedagang ayam di Medan dan sekitarnya mengeluhkan penjualan yang menurun belakangan ini, khususnya di tahun 2023.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, dari hasil survei di pasar, mayoritas pedagang ayam penyet mengeluh jualan mereka anjlok cukup dalam di tahun ini. Salah satu sampel pedagang ayam penyet di jalan SM Raja menyatakan bahwa, biasanya dia membutuhkan 10 Kg daging ayam di tahun 2022 per hari.

Selanjutnya, jika masuk libur akhir pekan permintaan ayam bisa mencapai 15 Kg per hari tetapi kali ini permintaan harian hanya sekitar 5 hingga 7 Kg. Di mana untuk pemenuhan kebutuhan di akhir pekan hanya berkisar 6 hingga 7 Kg.

“Beberapa pembeli ibu rumah tangga menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan protein, alternatif selain ayam adalah tahu dan tempe atau telur. Akan tetapi tahu dan tempe harganya lebih terjangkau untuk saat ini,” ujarnya, Selasa (28/3/2023).

Sementara, lanjutnya, untuk daging sapi, sudah hampir bisa dipastikan bahwa konsumsinya akan lebih menyasar masyarakat menengah ke atas. Karena harganya terbilang mahal, meskipun pada dasarnya harga daging sapi di Sumut dalam 4 tahun terakhir ini terpantau relatif tidak mengalami perubahan.

Menurut Gunawan, dari penelusuran ke sejumlah pedagang tahu tempe, mereka justru mengalami kenaikan omset penjualan di tahun ini. Kenaikannya bisa mencapai 50% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Setelah melakukan observasi di hilir, observasi di hulu yang saya lakukan ternyata hasilnya juga menunjukan adanya penurunan produksi ayam pedaging di sekitar Sumut,” jelasnya.

Dikatakannya, sejumlah peternak ayam plasma yang bekerja sama dengan perusahaan besar menyatakan bahwa untuk doc maupun pakan ternak tidak mengalami perubahan. Namun dari penjual pakan ternak khususnya pakan ternak bagi peternak mandiri. Terjadi penurunan yang cukup tajam untuk penjualan pakannya, nilainya bisa mencapai 60% dibandingkan tahun sebelumnya.

Jadi, jika peternak plasma saat ini jumlahnya 80%, dan 20% sisanya peternak mandiri maka terjadi penurunan produksi sekitar 10% lebih untuk total produksi ayam di wilayah Sumut. Seharusnya penurunan produksi tersebut akan mendongkrak harga jual daging ayam tetapi fakta di lapangan harga daging ayam saat ini dijual dikisaran Rp27 hingga Rp30 ribu per Kg dan belakangan justru mengalami penurunan di pekan pertama Ramadhan.

“Saya menilai ada gangguan daya beli sehingga skala prioritas belanja masyarakat menurun dari sisi kualitas. Meksipun dari sisi kuantitas untuk belanja harian pangan masih relatif terjaga. Tetapi potensi penurunan daya beli ini tidak bisa diabaikan apalagi disepelekan. Sedari awal di tahun ini, saya melihat indeks keyakinan konsumen menurun, terlebih dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya,” pungkasnya. (ng)