23/06/2024 18:10
SUMUT

Bupati Zahir Sebut Revolusi Mental Langkah Nyata Ciptakan Batubara Bersih

Bupati Batubara, Zahir menggandeng KSI galakkan revolusi mental masalah sampah. Ist

Fokusmedan.com : Bupati Batubara, Zahir menegaskan, pemerintah Kabupaten Batubara sejatinya ingin terus berbenah dalam upaya perbaikan sebagai kabupaten yang baru saja dimekarkan sejak 15 Juni 2007 lalu. Banyak hal yang ingin diperbaiki termasuk dalam hal penataan kota dan kondisi lingkungan termasuk sisi kebersihannya.

Dirinya memiliki cita-cita menciptakan Batu Bara sebagai kabupaten yang asri, bersih dan sehat tentunya.

Tak menutup kemungkinan juga keinginan mulia itu bisa melahirkan sebuah prestasi berupa piala adipura, penghargaan yang diimpikan sejumlah pimpinan daerah.

Semua itu bilang Zahir bisa terwujud dengan keseriusan dan keyakinan. Dan strategi awal dilakukannya dengan merubah kebiasaan dan mindset masyarakat atau disebut dengan Revolusi Mental.

Tak tanggung Zahir turut menggandeng kelompok penggiat lingkungan dari Medan, Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) sebagai mitra kerja.

Kelompok penggiat yang intens melakukan aksi peduli lingkungan yang tenar dengan program Ayo Lihat Sampah Ambil (LiSA) hadir tak hanya memberikan masukan dalam penanganan masalah sampah yang menjadi momok dan ‘musuh bersama’ itu.

Namun, KSI juga turut dilibatkan langsung dalam sejumlah program mendukung revolusi mental yang tengah digaungkannya.

“Tentu tak mudah menjadikan Batubara sebagai kabupaten yang bersih dan ramah lingkungan. Perlu langkah serius dalam penanganannya termasuk masalah pengananan sampah,” ujar Zahir saat ditemui di kediamannya, Sabtu (18/3/2023).

“Yakni dengan merubah mindset masyarakat terlebih dahulu. Namun ini bukan pekerjaan mudah sehingga kami butuh kolaborasi dengan seluruh stake holder termasuk kelompok penggiat lingkungan seperti KSI,” ujarnya melanjutkan.

Langkah awal kita dari revolusi mental sambung Zahir yakni melakukan sosialisasi secara massif.

“Mengawali dari lingkungan, masjid, gereja hingga sekolah. Semua pihak harus terlibat baik dari intansi, ulama, pendeta hingga guru sekolah. Ketika ini bisa berjalan selaras akan memudahkan tugas kita mengubah mindset masyarakat untuk hal yang paling sederhana menjaga lingkungannya bersih dan sehat,” tutur Zahir.

Selanjutnya ungkap Zahir lagi, diaplikasikan dengan aksi nyata. Di mana pihak pemerintah kabupaten menyiapkan segala fasilitas pendukungnya.

“Kita mengedukasi masyarakat bagaimana menciptakan lingkungan bersih. Masyarakat kita ajak untuk membuang sampah di tempatnya. Tapi kita harus menyiapkan fasilitas dengan pengadaan tempat sampah komunal dan menyiapkan petugas dalam mengurai dan mengutip sampah yang telah dikumpulkan oleh masyarakat. Jadi ada tindakan nyata gak hanya sebatas imbauan,” ucapnya lagi.

Zahir juga menyadari untuk merubah mindset dan kebiasaan bukanlah hal mudah.

Selain kolaborasi ada konsistensi dan langkah intens yang terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan.

“Harapannya tak terlalu tunggi. Dengan langkah ini setidaknya kita bisa memperbaiki dari sekarang dan bisa diadopsi oleh satu generasi sejak saat ini. Sehingga ke depan satu generasi yang telah tercipta akan mempertahankan hal positif ke depannya nanti,” harapnya.

Harapan dan keinginan Zahir kini menjadi skala prioritas yang tak lagi bisa ditawar. Itu tampak dari keseriusan Dinas Lingkungan Hidup Batubara.

Melalui Kadisnya, Frans Sahala Siregar mengungkapkan jika dirinya telah menyusun langkah strategis ke depannya.

“Tanjung Tiram sebagai lokasi pelabuhan sebagai aktifitas hilir mudiknya nelayan serta adanya keberadaan pasar dengan penghasil tonase sampah yang cukup tinggi menjadi pilot project kita pertama kali,” sebutnya.

Dengan menggandeng KSI dan melibatkan sejumlah SKPD terkait, Frans sapaan akrabnya itu yakin masalah sampah akan segera reratasi. Dan harapan menjadikan Batubara Bersih bisa terwujud.

“12 kecamatan di Kabupaten Batubara akan menjadi sasaran. Sebelumnya kita telah sosialisasi dan kampanye, tiga bulan ke depan akan ada aksi yang akan kita lakukan. Baik itu pengadaan fasilitas pendukung hingga petugas yang akan dilibatkan secara langsung nantinya,” ujar Frans.

Menyahuti hal itu Founder KSI, Dewi Natadiningrat mengaku siap membantu dan mewujudkan Batubara Bersih.

“Dengan pengalaman KSI yang memang intens di lingkungan, kami yakin bisa mewujudkannya. Apalagi adanya komitmen semua elemen untuk ikut membantu dan langkah ekstrim bupati lewat Revolusi Mental-nya akan sejalan dengan langkah dan program yang kita susun nantinya,” tutur Dewi mengakhiri. (ng)