14/07/2024 9:13
SUMUT

Baznas Provinsi Sumut Dapat Opini WTP, Bukti Pengelolaan Uang Umat Sesuai Azas

Ketua Baznas Provsu, Prof Dr Mohd Hatta. Ist

Fokusmedan.com : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2022. Hal ini menunjukkan pengelolaan zakat infak dan sedekah (ZIS) dijalankan atas azas aman syari, aman regulasi dan aman NKRI.

“Azas ini jadi pedoman dalam pengelolaan keuangan. Alhamduliah kita menerima WTP dari tahun 2007 hingga tahun 2022. Dengan begitu kita berharap kepercayaan masyarakat ke Baznas semakin tumbuh sehingga potensi zakat, infak dan sedekah dapat terserap,” ujar Ketua Baznas Provsu, Prof Dr Mohd Hatta di ruangan kerjanya, Sabtu (4/3).

Dikatakan Prof Hatta, pontensi zakat, infak dan sedekah itu bisa mencapai Rp 8,7 triliun, tapi sayangnya yang terkumpul masih jauh dari harapan.

“Kita berharap kesadaran masyarakat Islam semakin meningkat, karena zakat adalah rukun Islam. Tapi memang sayangnya umat Islam masih belum faham tentang kewajiban zakat. Padahal tidak hanya ada zakat fitrah tapi ada juga kewajiban zakat mal yakni zakat perniagaan, perkebunan, penghasilan, profesi dan zakat badan usaha,” ungkapnya.

Menurut Prof Hatta, terkumpulnya ZIS ini tidak saja bertujuan mensejahterakan umat, namun juga dapat menanggulangi angka kemiskinan dan memberdayakan potensi ekonomi dan kesejahteraan umat.

“Zakat ini adalah ibadah. Dengan ini juga membantu pemerintah dalam pencapaian target anka kemiskinan ekstrim nol persen pada 2024 nanti. Ini bukan hal yang mustahil. Saat ini saja potensi zakqt secara nasional bisa mencapai Rp 400 triliun,” ungkap Prof Hatta.

Untuk Baznas Provinsi Sumut yang merupakan lembaga pemerintah nonstruktural, telah melakukan kegiatan pendistribusian dan pendayagunaan pada tahun 2022 berjalan secara normal berdasarkan perencanaan yang diatur dalam RKAT dan diatur dalam lima program unggulan yakni Sumut Taqwa (Program Dakwah dan Advokasi) sebesar Rp 3.566.595.425 dengan penerima manfaat 123 orang, Sumut cerdas (Program Pendidikan) sebesar Rp 999.470.000 dengan penerima manfaat 1.027 orang, Sumut Sehat (Program Kesehatan) sejumlah Rp 367.114.529 penerima 766 orang, Sumut Peduli (Program Kemanusiaan) sejumlah Rp5.377.511.666 penerima 7.076 orang dan Sumut Makmur (Program Ekonomi) sebesar Rp 5.377.511.666 penerima 7.076 orang.

“Berbagai kegiatan penyaluran distribusi zakat, infak dan sedekah telah dilakukan setiap triwulan. Kita terus berupaya menumbuhkan kepercayaan masyarakat dengan segala informasi terkait ZIS melalui media sosial dan website kantor digital. Kemudian korespondesi kepada seluruh calon muzakki potensial, audiensi kepada pemangku jabatan strategis dilingkungan sipil, TNI, Polri, BUMD tingkat Provinsi Sumatera Utara, audiensi kepada pemimpin badan usaha besar dilingkup
Provinsi Sumatera Utara dan sosialisasi/literasi ke Perguruan Tinggi dilingkup Provinsi Sumatera Utara,” tutur Prof Hatta. (ng)