20/06/2024 2:15
NASIONAL

22 Hari Disandera KKB, Ini Kendala Membebaskan Pilot Susi Air Philips Max

Fokusmedan.com : Upaya negosiasi yang menjadi langkah TNI-Polri dalam pembebasan Pilot Susi Air, kapten Philips Max Martheins, tak kunjung berhasil. Lantaran posisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), berpindah-pindah lokasi.

“Dua puluh dua hari penyanderaan kapten Philips Max Martheins, tim gabungan terus berupaya mencari keberadaan pilot asal Selandia Baru tersebut. Hingga kini langkah negosiasi yang dijadikan opsi utama dalam pembebasan kapten Philips belum juga berhasil,” ujar Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Rabu (1/3).

TNI menyebut hingga kini tim gabungan masih terus berusaha membebaskan kapten Philips. Tim gabungan mengalami kesulitan karena kelompok KKB Egianus Kogoya selalu berpindah-pindah.

“Mereka (KKB) terus berpindah-pindah tempat tapi yang jelas mereka sudah tidak di Distrik Paro lagi,” ucap Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.

Saat ini pihak Selandia baru belum ada kebijakan khusus terkait upaya membantu pembebasan warga negara Selandia Baru tersebut.

“Hingga saat ini pemerintah New Zealand belum ada kebijakan khusus untuk membantu pembebasan Kapten Philips, misalnya kita dulu waktu ada WNI di sandera di Filipina atau di Somalia negara kita ada upaya membantu pembebasan, sampai saat ini mereka belum ada kebijakan itu,” ungkap Pangdam XVII Cenderawasih.

Tim Negosiasi Masih Berdialog

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengaku tim negosiasi yang diutus pemerintah daerah Kabupaten Nduga telah bertemu dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya. Hasil negosiasi Egianus meminta tebusan sejumlah uang, amunisi dan senjata api.

“Kami sudah dapat informasi dari tim negosiasi, mereka (KKB) meminta tebusan berupa amunisi, senjata dan sejumlah uang,” tutur dia.

Menurut Fakhiri, polisi hingga kini masih terus melakukan negosiasi terkait permintaan KKB tersebut. “Yang utama kan keselamatan pilot, namun kita juga masih berupaya melakukan pendekatan persuasif, nanti bila batas waktunya dan mereka belum mau menyerah, maka kita tentunya akan melakukan penindakan hukum sesuai dengan aturan yang ada,” kata dia.

Dua juga menegaskan bila tim gabungan TNI-Polri saat ini sudah menguasai sebagian besar daerah di Kabupaten Nduga.

“Sebagian besar daerah di Nduga sudah kita kuasai dan KKB Egianus ini kami duga sudah keluar dari wilayah Nduga namun sudah kita ketahui, teman-teman harap bersabar, nanti akan kita sampaikan bila sudah waktunya,” pungkasnya.(yaya)