Tolak UMP DKI 2023, Buruh Ancam Mogok Nasional

Fokusmedan.com : Ratusan buruh telah tuntas melakukan aksi demonstrasi pertamanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/12) hari ini. Serikat buruh diketahui menolak besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 yang hanya naik 5,6 persen menjadi Rp4.901.798.

Selain itu, ada sejumlah tuntutan lain yang disampaikan massa buruh. Antara lain menolak Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1153 Tahun 2022 Tentang UMP DKI Jakarta Tahun 2023. Kedua, buruh meminta UMP DKI Jakarta 2023 naik sebesar 10,55 persen.

Ketiga, KSPI meminta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi menjadikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi sebagai acuan penetapan UMP DKI 2023. Terakhir, masa buruh menolak Omnibus Law/ Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Apabila sejumlah tuntutan tersebut tak ditanggapi, buruh berencana melakukan aksi hingga 7 Desember 2022 mendatang. Massa buruh juga mengancam akan melakukan aksi mogok nasional.

Dikonfirmasi secara terpisah, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyebut, aksi mogok massal itu masih dirapatkan. Mengingat, kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sudah mencapai target.

“Mogok masih di rapat kan karena kenaikan umk sudah hampir mendekati target 10 persen,” katanya kepada Liputan6.com, Jumat (2/12).

Sementara itu, untuk aksi demonstrasi bakal kembali dilanjutkan massa buruh pada esok hari hingga 7 Desember 2022 mendatang.

Diketahui, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar demo di depan Balai Kota DKI Jakarta hari ini, terdiri dari 10 serikat pekerja, yaitu FSPMI DKI Jakarta, ASPEK Indonesia DKI Jakarta, SPN DKI Jakarta.

Ada pula FSP FARKES R KSPSI DKI Jakarta, FSP KEP DKI Jakarta, FGTHSI DKI Jakarta, PPMI DKI Jakarta, FSP ISI DKI Jakarta, PARREF DKI Jakarta, dan DPD FSP FARKES-R DKI Jakarta.

Pantauan Liputan6.com, massa buruh tiba di Balai Kota sekitar pukul 10.00 WIB. Demo berakhir pada pukul 14.39 WIB ini.(yaya)