Makanan Ini Bisa Tangkal Dampak Polusi

Ilustrasi makanan penangkal polusi. Ist

Fokusmedan.com : Menurut ahli gizi Puteri Aisyaffa, sering kali kita terpapar polusi tapi tidak menyadarinya. Padahal, polusi yang masuk ke tubuh kita akan melepaskan radikal bebas yang berdampak buruk terhadap kesehatan dan kecantikan.

Lalu, bagaimana menangkis dampak buruk polusi bagi tubuh? Puteri mengatakan salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan tinggi antioksidan. Antioksidan ini akan menghambat proses oksidasi dalam tubuh, sekaligus mengikat radikal bebas, agar tubuh tidak rusak akibat polusi.

Simak lima jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi dan kiat dari alumni Masterchef Indonesia musim keenam Christina Amelia Chuatan untuk mengolah bahan makanan tersebut agar tak membosankan, dikutip dari siaran resmi Food Sustainesia, Kamis (27/10/2022).
1.Buah
Alpukat, tomat, dan jambu bisa jadi pilihan karena kaya antioksidan.

Selain dibuat jus atau dikonsumsi begitu saja, Amel melihat bahwa alpukat yang tekstur dagingnya legit dan creamy terbilang serba guna. Alpukat bisa dijadikan makanan manis ataupun gurih.

Untuk makanan manis, alpukat bisa diolah menjadi puding dan mousse. Namun, ia mengingatkan tidak semua alpukat bisa dimasak karena ada yang mengeluarkan rasa pahit ketika terkena panas.

“Paling aman diolah jadi avocado toast. Anda hanya perlu mengiris tipis atau menghancurkan daging alpukat, membumbui dengan garam dan lada, dan menyantapnya dengan roti panggang,” ujarnya.

Tomat, selain dibuat jus atau lalapan, bisa jadikan pugasan bruschetta sehingga tampil mewah.

“Tomat merupakan pengganti MSG, karena buah ini juga punya rasa umami, serupa jamur. Cukup dipanggang dengan minyak zaitun, garam, dan lada, sudah enak banget. Alternatif lain, tomat juga bisa ditumis bersama telur menjadi orak-arik. Gurih dan pasti bikin ketagihan,” kata Amel.

Sementara itu, jambu lebih cocok dibuat asinan atau jus. Karena rasanya terbilang tidak kuat atau menonjol, jambu justru mudah menyerap rasa lain, sehingga segar jika dibuat asinan. Jambu biji juga bisa diolah jadi selai atau sorbet.

2.Kacang
Biasanya Anda menemukan kacang mete dalam bentuk kacang goreng, taburan kue kering, atau campuran ayam kungpao. Amel mengatakan kacang mete bisa dijadikan camilan yang sehat. Caranya, campurkan kacang mete, kelapa parut kering, dan madu, taburi wijen, lalu panggang.

Atau, Anda bisa membuatnya jadi cashew butter, semacam selai kacang. Creamy, gurih, sehat, dan mengenyangkan. Masak kacang mete dengan direbus sebentar saja. Jangan dipanggang, karena kandungan airnya akan hilang. Setelah matang, haluskan, campurkan krim, susu, dan mentega. Anda bisa langsung oleskan pada roti.

3.Umbi
Saat tak punya banyak waktu, biasanya ubi disajikan dengan cara paling simpel, yaitu digoreng, dikukus, atau dijadikan campuran kolak. Itu pun sudah enak, karena rasa aslinya sudah manis. Kalau sedang mencari ide lain untuk mengolah ubi, Anda bisa mencontek cara membuat casserole ubi yang kerap dibuat oleh Amel.

“Ubi adalah salah satu bahan makanan favorit aku, karena dia bisa menjadi pengganti karbohidrat yang rasanya manis dan teksturnya legit. Untuk membuat casserole, ubi dikukus dahulu, lalu dihancurkan. Campurkan telur dan mentega, tempatkan di loyang, taburi kacang atau marshmallow, lalu panggang.”

Atau, Anda bisa menjajal ide lain. Ubi dipotong kotak-kotak, letakkan di loyang, taburi kayu manis bubuk, perasan jeruk nipis, dan madu. Olahan ini bisa menjadi camilan sehat.

4.Ikan

Bagi orang Indonesia, ikan tenggiri merupakan jenis seafood yang tidak asing. Bermacam olahan menggunakan tenggiri sebagai bahan utamanya, seperti otak-otak, pempek, bakso ikan, dan tekwan.

“Daging ikan tenggiri terasa manis dan tidak sepadat tuna. Itulah kenapa bakso ikan cenderung punya rasa manis,” kata dia.

Menurut Amel, tenggiri pasti enak dimasak meski tanpa banyak bumbu.

“Dengan lumuran bumbu sederhana, yaitu garam, lada, ketumbar, kunyit, dan asam jawa, tenggiri bisa digoreng, lalu disantap bersama lalap dan sambal terasi. Sedap!” kata Amel, yang kerap menyantap ikan tenggiri segar saat tinggal di Kalimantan. (Ant)