Pemprov Sumut Mudahkan Investor di Sektor Pertanian

Kegiatan NSI Day yang digelar BI KPw Sumut. Ist

Fokusmedan.com : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan berbagai dukungan untuk meningkatkan iklim investasi lewat pemberian insentif maupun kemudahan kepada investor di sektor pertanian. Pasalnya, potensi investasi sektor ini sangat besar.

Sektor pertanian ini memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 34,27% dari total penduduk bekerja, sehingga peluang berinvestasi di sektor pertanian sangat menjanjikan.

Pemprov Sumut juga sedang memperbaharui kebijakan pemberian insentif dan kemudahan yang dimaksud agar lebih memberikan kemudahan kepada calon investor, baik asing maupun investor dalam negeri.

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, Agus Tripriyono mengatakan, salah satu bentuk untuk peningkatan iklim investasi di Sumut dilakukan lewat ajang North Sumatera Invest (NSI) Day. Melalui event ini, upaya menarik investasi ke Sumut dilakukan dengan pemilik proyek dan calon investor.

“Jadi NSI Day ini merupakan ajang promosi proyek investasi strategis di Sumut. Ini upaya mendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan, sekaligus mendukung pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia di tahun ini,” katanya, pada acara NSI Day yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, di Medan, Rabu (28/9/2022).

Agus mengatakan, sektor investasi memiliki andil yang besar dalam pembentukan pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II-2022 yang mencapai angka 4,7% secara year on year (yoy). Dari pertumbuhan ekonomi tesebut, sektor investasi berkontribusi sebesar 30,22% dan tercatat sebagai kontributor ketiga dari sisi pengeluaran setelah konsumsi rumah tangga dan ekspor.

Di NSI Day yang menghadirkan para investor dan pemilik proyek, Agus Tripriyono, menjelaskan jika potensi sektor pertanian di Sumut memang masih sangat besar. Sumut memiliki hamparan area pertanian yang begitu luas dengan kualitas tanah yang subur, sehingga cocok untuk dikembangkan berbagai komoditas pertanian.

Sektor pertanian termasuk perikanan dan peternakan, juga memberikan kontribusi besar terhadap total Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut. Pada triwulan II-2022, kontribusinya mencapai 23%.

Selain sektor pertanian, Sumut menurut Agus juga cocok untuk pegembangan investasi di sektor energi hijau. Karena ada potensi panas bumi dan arus air yang besar di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara. Potensi ini, katanya, perlu didorong apalagi minat investor asing dalam proyek kelistrikan, air dan gas juga cukup tinggi.

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, yang hadir secara daring mengatakan, Sumut merupakan kontributor penting bagi Indonesia. Karena Sumut berkontribusi 5% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan itu membuktikan jika Sumut memiliki peran yang besar bagi perekonomian Indonesia.

“Jika merujuk pada data, dari pertumbuhan tersebut, sekitar 30,22% disumbangkan sektor investasi. Ini menunjukkan jika potensi Sumut sangat besar dan masih ada potensi-potensi yang bisa digali untuk ditawarkan ke investor,” katanya.

Jika mengutip data dari BPKM, lanjut Destry, realisasi investasi di Sumut juga tercatat cukup baik. Selama periode Januari hingga Juli 2022, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp3,02 triliun untuk 1.216 proyek, sedangkan untuk realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar US$462 juta untuk 278 proyek.

Destry mengatakan, besarnya potensi investasi di Sumut ini juga didukung dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada, dimana lebih 56% dari total penduduk berusia muda dan produktif.

“Jadi dalam kesempatan ini (NSI Day-red), kami mengundang invesyor untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan investasi di Sumut,” pungkasnya. (ng)