Kasus Gangguan Jiwa di Sumut 18.514 Orang

Fokusmedan.com : Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, sebanyak 18.514 orang tercatat mengalami gangguan jiwa.

Gangguan jiwa ini berupa campuran ansietas dan depresi, penyalahgunaan napza, perkembangan pada anak dan remaja, psikotik akut, skizofrenia, somatoform, insomnia, percobaan bunuh diri, redartasi mental, gangguan kepribadian dan perilaku, serta dimensia.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis menyampaikan, salah satunya yang perlu perhatian adalah dampak dari penggunaan narkoba terhadap gangguan kejiwaan.

“Untuk Napza atau narkoba di Sumut, kasusnya ada 768 orang,” ungkapnya, Selasa (20/9/2022).

Ia menambahkan, kasus gangguan jiwa akibat  penggunaan narkoba ini terbilang lebih sulit (disembuhkan) ketimbang sumber penyebab lain seperti dampak ekonomi dan lainnya.

“Tapi dengan adanya BNN khususnya UPT RSJ Prof dr M Ildrem semua kasus kejiwaan (karena narkoba) ini diharapkan dapat mendapatkan penanganan yang baik,” jelasnya.

Ismail menjelaskan, karena pada dasarnya, kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu dapat disembuhkan. Namun dia mengingatkan, kepada masyarakat, agar dapat menerima mereka sebagai bagian dari masyarakat kembali di lingkungan tempat tinggal.

“Jangan lagi ketika sudah sembuh masih dianggap gila. Dia (ODGJ) harus diterima agar bisa mendapatkan kesembuhan yang permanen,” jelasnya.

Bagi ODGJ yang sudah sembuh, lanjutnya, harus mendapatkan perlakuan selayak mungkin. Meski, mereka masih tetap harus dikontrol terutama dalam konsumsi obat agar tetap tenang.

“Untuk itu bagi masyarakat yang memiliki anggota keluarga yang sakit (ODGJ) jangan juga dipasung, karena itu segera laporkan ke Puskesmas agar diberi obat untuk menenangkan jiwanya,” tandasnya.(riz)