Pasca Kenaikan Harga BBM, Fluktuasi Harga Pangan di Sumut Masih Condong ke Deflasi

Harga sejumlah komoditas di Sumut cenderung deflasi. Ist

Fokusmedan.com : Setelah dua minggu harga BBM dinaikkan, sejumlah harga kebutuhan pangan pokok di wilayah Sumatera Utara berfluktuasi, dengan kecenderungan membentuk tren deflasi (turun).

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, mengacu kepada data PIHPS, harga beras di Sumut ada yang turun 0.4% dan ada yang naik hingga 3%. Dan untuk di Medan sebagai kota dengan kontribusi inflasi terbesar di Sumut, harga beras turun dalam rentang 0.4% hingga 0.9%, namun untuk harga beras kualitas bawah stabil.

“Untuk harga daging ayam di Sumut mengalami kenaikan 5.2%, sementara di Medan harganya naik 7.5%. Bawang merah mengalami kenaikan 10% di wilayah Sumut, dan di Medan harga bawang merah mengalami kenaikan yang cukup tajam 20%. Dan terakhir yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit hijau yang meroket 24% di Sumut dan sekitar 45% di Medan.

Sementara telur ayam rata-rata naik sebesar 1.3%, di kota medan harganya stabil. Untuk harga bawang putih naik 1.9%, namun di Medan harganya mengalami penurunan 0.9%. Minyak goreng curah naik 1.8% dan kemasan mengalami penurunan dalam rentang 2% hingga 3%, sementara di Medan harga minyak goreng turun dalam rentang 0.3% hingga 2.3%.

Harga daging sapi di Sumut mengalami kenaikan dalam rentang 1.7% hingga 7%, di Medan harganya turun dalam rentang 1.1% hingga 1.2%. Untuk gula pasir harga di Sumut cenderung naik 1% sementara di Medan naik sekitar 0.3%.

“Komoditas yang kerap jadi pemicu kenaikan inflasi yang cukup signifikan yakni cabai merah mengalami penurunan cukup tajam. Cabai merah di Sumut anjlok 36%, sementara di kota medan harga cabai merahnya turun dalam sekitar 44%,” tukasnya.

Dari beberapa komoditas yang berfluktuasi tersebut, dengan merujuk 2 pekan sebelum tutup bulan September, sejumlah harga ada yang masih berpeluang turun, dan sebagian berfluktuasi dalam ruang yang terbatas.

Gunawan melanjutkan, harga cabai rawit, cabai merah dan minyak goreng masih berpeluang untuk mengalami penurunan. Cabai merah dan cabai rawit bahkan masih berpeluang turun dalam karena masih jauh dari harga keekonomiannya dikisaran Rp25 hingga Rp33 ribu per Kg. Sejauh ini harga cabai merah berada dikisaran Rp49 hingga Rp59 ribu per Kg dan cabai rawit dikisaran Rp51 hingga Rp57 ribu per Kg.

“Harga bawang merah sejauh ini memang sedikit di atas harga idealnya. Bawang merah yang banyak dipasok dari luar wilayah Sumut memang berpeluang mendorong kenaikan biaya transportasi, yang memicu terjadinya kenaikan harga setelah harga BBM subsidi dinaikkan sebelumnya,” pungkasnya.(ng)