Miris, Penularan Kasus HIV/Aids di Jabar Didominasi Usia Produktif dan Remaja

Fokusmedan.com : Bandung menempati posisi teratas penularan HIV/Aids dari sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat. Bikin miris lagi, Data Dinas Kesehatan Bandung menunjukkan penularan paling banyak didominasi mereka yang berusia produktif

Yakni usia 25 – 49 tahun. Disusul usia remaja dengan usia 14 hingga 24 tahun.

“Selama semester pertama tahun 2022, penderita terbanyak pada rentang usia 25 – 49 tahun yakni hampir 70 persen (2.614). Usia 20 hingga 24 tahun sebanyak 18,4 persen (690), usia di atas 50 tahun sekitar 6 persen (229), remaja usia 15-19 tahun di urutan berikutnya 3,4 persen (126), dan sisanya anak/balita,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Nina Susana Dewi, Jumat (2/9).

Rata-rata, kata Nina, mayoritas penyintas HIV kelompok usia rentan yakni 24-49 memang menetap di pusat kota.

Sepanjang 2022, Bertambah 200-an Kasus

Untuk diketahui, Kota Bandung menempati posisi teratas penularan HIV sebanyak 276 orang. Disusul Kabupaten Bogor 270 orang, Kota Bekasi 250 orang, Kabupaten Indramayu 188 orang, Kota Bekasi 157 orang.

Sementara mereka yang terpapar Aids, khusus di sepanjang 2022 ini, penambahan kasus mencapai 200 orang.

“Data Januari-Juni 2022, tejadi penambahan kasus Aids, Kota Cirebon sebanyak 61 orang, Kota Bandung 52 orang, Garut 35 orang, Subang 24 orang, Sukabumi 19 orang, Ciamis 7 orang , dan Kabupaten Bandung 2 orang,” jelasnya.

Dia berjanji terus memberikan perhatian pada temuan tersebut. Baginya, angka yang muncul terkait penularan HIV dan Aids harus disikapi serius dengan menyasar kelompok yang berpotensi terjangkiti.

Seperti wanita penjaja seks (WPS), lelaki suka lelaki (LSL), waria, pengguna narkoba suntik (penasun), ibu hamil pasien TB, serta warga binaan pemasyarakatan (WBP), serta orang dengan yang pasangannya positif HIV.(yaya)