Harga Beras Naik Diduga Permintaan Tinggi

Harga beras di pasar tradisional di Kota Medan naik. Net

Fokusmedan.com : Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan dan sekitarnya terus mengalami kenaikan. Kenaikan harga per kilogramnya berkisar Rp2.000.

Di Kota Medan harga untuk beras ramos biasanya diharga paling tinggi Rp105.000 kini naik menjadi Rp115.000 untuk ukuran 10 kg. Di ukuran 5 kg biasanya diharga Rp55.000 jadi Rp65.000 ada kenaikan Rp10 ribu pada setiap ukuran.

Melihat kondisi ini, Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I akan melakukan pengawasan terkait adanya kenaikan harga beras yang terjadi belakangan belakangan ini di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Dikatakan Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke penggilingan.

“Memang untuk beras ini ada siklusnya. Infonya yang kita terima bahwa pada September ini mulai banyak petani kita yang akan panen dan saya rasa harga akan kembali normal,” kata Ridho, Selasa (30/8/2022).

Untuk dugaan sementara, lanjutnya, keadaan ini hampir sama dengan kenaikan harga telur. Yakni karena terpengaruh dengan info bantuan sosial (bansos) yang dirapel, sehingga demand tinggi.

Sebab, menurut Ridho bagaimanapun bansos ini diperlukan disaat ancaman inflasi. Seperti diketahui inflasi di Sumut cukup tinggi bahkan melebihi dari inflasi nasional secara tahunan.

“Nah, banyak bahan kebutuhan pokok yang bergerak naik, maka masyarakat yang paling terdampak dan paling pertama yang harus diselamatkan yaitu dengan bansos tadi. Meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Pimpinan Wilayah Sumut Perum Bulog Arif Mandu membenarkan bahwa ada pergerakan harga beras. Tapi masih batas normal. Bahkan pihaknya juga telah melakukan pemantauan panen padi petani di Simalungun.

“Jadi meski ada pergerakan harga, saya kira harga beras bisa tetap terjaga dan stabil. Karena pada September hingga Oktober juga akan panen di Deli Serdang dan Serdang Bedagai (Sergai),” pungkasnya.(ng)