
Fokusmedan.com : Kementerian Pertahanan Rusia menuding Ukraina meracuini beberapa tentaranya yang dikerahkan di daerah Zaporizhzhia, Ukraina tenggara pada akhir Juli. Zaporizhzhia merupakan wilayah di Ukraina yang dikuasai Rusia.
Kementerian mengatakan sejumlah tentara Rusia dilarikan ke rumah sakit militer dengan ciri-ciri mengalami keracunan parah pada 31 Juli. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya zat beracun, racun botulinum tipe B dalam tubuh para tentara.
“Atas fakta terorisme kimia yang disetujui rezim Zelenskiy (Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy), Rusia sedang mempersiapkan bukti-bukti pendukung beserta hasil semua analisis,” jelas Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Minggu (21/8).
Tidak disebutkan berapa jumlah tentara yang mengalami keracunan maupun keadaan mereka saat ini. Kementerian juga tidak menyebutkan apa bukti pendukung yang mereka miliki.
Kementerian Pertahanan Rusia juga menyampaikan pihaknya telah melakukan penyelidikan tambahan terkait sakitnya Volodymyr Saldo, pejabat Rusia yang ditugaskan di daerah Kherson, Ukraina.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko menanggapi tudingan tersebut, mengatakan tentara Rusia yang mengalami keracunan bisa saja disebabkan oleh daging kalengan yang kedaluwarsa.
“Departemen (Kementerian Pertahanan Rusia) tidak mengklarifikasi apakah keracunan itu mungkin disebabkan daging kaleng yang kedaluwarsa, di mana racun botulinum sering ditemukan. Ransum yang terlambat ramai dikeluhkan oleh pasukan pendudukan (Rusia) sejak hari-hari pertama invasi Ukraina,” jelasnya di Telegram.
Botulinum tipe B adalah racun saraf yang bisa menyebabkan botulisme atau keracunan serius yang disebabkan racun dari bakteri Clostridium botulinum.(yaya)
