Solusi Suharso Mundur Dari Ketum PPP Mengapung di Dialog Ruang Politik

Fokusmedan.com : Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa diharapkan mundur dari jabatannya. Selain faktor elektabilitas yang sangat rendah, terdapat faktor isu masalah rumah tangga.

Desakan mundur yang dinilai sebagai solusi untuk menaikkan elektabilitas PPP terdengar dalam tayangan virtual saat diskusi bertajuk ‘Menakar Peluang PPP Menembus Parlemen pada Pemilu 2024’, di Jakarta.

“Tingkat elektabilitasnya Ketum PPP saat ini paling rendah dibandingkan dengan Ketum parpol lainnya,” ungkap peneliti LSI Djayadi Hanan.

Untuk itu, lanjutnya, penting bagi PPP untuk dapat mengevaluasi figur Ketua Umum PPP saat ini dijabat Suharso Monoarfa.

Senada dengan Djayadi Hanan, pendiri Lingkar Madani Ray Rangkuti juga mengatakan bahwa di tengah masyarakat Indonesia itu, figur yang memiliki elektabilitas yang tinggi menjadi salah satu faktor penting untuk menarik suara dari masyarakat pemilih.

“Nah, saya dengar ada isu yang beredar bahwa Ketum PPP ini dikenal karena masalah rumah tangganya, ini yang menjadi masalah besar menurut saya untuk PPP,” ujarnya.

Menurutnya jika isu ini tidak segera diklarifikasi ke public, maka akan PPP dihadapkan dua masalah.
Pertama, masyarakat perempuan yang sangat sensitive dengan isu rumah tangga dan kaum milenial yang juga punya atensi besar terhadap kehidupan publik figure.

“Padahal kaum perempuan dan milenial saat ini menjadi masyarakat pemilih yang memiliki suara yang sangat besar,” jelasnya.

Ia mengatakan, pejabat-pejabat publik sekarang itu kehidupan pribadinya sudah menjadi domain atau konsumsi publik juga. Sehingga penting bagi PPP untuk segera mengklarifikasi isu negatif tentang ketua umumnya.

“Atau untuk amannya, Ketum PPP saat ini mundur saja dari jabatan Ketua Umum,” sarannya.

Pada kesempatan yang sama, politisi dari PPP, Rusli Effendi tidak dapat membantah kabar tentang masalah rumah tangga yang dialami oleh Ketua Umum PPP tersebut.

“Tentu isu yang muncul di dalam diskusi ini tentang masalah personal ketua umum kami akan menjadi salah satu isu yang akan kami perhatikan dan bicarakan secara internal,” ujar Rusli.(ril)