Subvarian Covid-19 Centaurus Ternyata Lebih Menular, Kenali Gejalanya

Ilustrasi Covid-19 Subvarian Centaurus. Ist

Fokusmedan.com : Sebanyak tiga kasus Covid-19 Subvarian BA.2.75 atau juga dikenal sebagai Centaurus terdeteksi di Indonesia. Dua kasus ditemukan di Jakarta dan satu lainnya ditemukan di Bali. Namun waspada centaurus ternyata lebih menular.

Menurut dokter spesialis paru Rumah Sakit Persahabatan, Erlina Burhan, induk dari subvarian ini adalah varian Omicron. Maka, kata Erlina, gejala yang dialami pasien juga mirip dengan varian Omicron.

“Kalau ditanya mirip ke mana. Jelas mirip ke Omicron, dia tidak sama dengan Delta,” kata Erlina dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (21/7/2022).

Wanita yang menjabat sebagai Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ini menyebut tak ada perbedaan signifikan antara subvarian Centaurus ini dengan subvarian lain dari Omicron.

Namun yang pasti, Centaurus ini memang lebih cepat menular. “Gejalanya mirip. Bedanya lebih mudah menular dibanding subvarian lain,” ujar dia.

Erlina pun mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan hindari kerumunan. Terutama karena subvarian ini memang lebih mudah menular dan bisa membuat lonjakan kasus yang cukup tinggi.

Selain itu, vaksinasi juga harus kembali ditingkatkan terutama untuk vaksin ketiga atau booster yang saat ini digencarkan pemerintah.

“Tingkatkan implementasi prokes terutama pakai masker dan cuci tangan,” kata dia.

Terkait gejala, tiga pasien Centaurus di Indonesia disebut hanya mengalami gejala ringan. Tak ada gejala sedang atau berat yang dilaporkan.

Berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan:
– batuk
– demam
– pilek
– nyeri tenggorokan
– sakit kepala dan pusing
– mual, muntah
– sesak napas dalam infeksi yang paling parah.

Jadi waspadalah karena varian centaurus ternyata lebih menular dibanding varian lainnya.(ram)