
Fokusmedan.com : Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mulai fokus mempersiapkan tenaga kesehatan menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Baik petugas KKHI di Madinah maupun Makkah nantinya akan bahu membahu melayani jemaah.
“Seluruh tenaga kita fokuskan di Armuzna, yang dari Madinah juga sudah ada di Makkah,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji, Budi Sylvana ketika ditemui tim Media Center Haji (MCH) 2022 di KKHI Makkkah.
Menurutnya, sebanyak 782 tenaga kesehatan akan diturunkan saat Armunza. Mereka terdiri dari 48 dokter spesialis, 67 dokter umum, serta ratusan perawat.
Dokter spesialis yang diterjunkan di antaranya spesialis jantung, spesialis paru, spesialis penyakit dalam, anastesi, bedah ortopedi, kulit dan kelamin, mata, dan spesialis jiwa.
“Tenaga dokter dan perawat Insya Allah sudah siap. Obat-obatan juga mencukupi untuk puncak Armuzna,” ujarnya.
Data di KKHI, jemaah yang dirawat mayoritas menderita kardiovaskular atau terdapat gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Bahkan di data jemaah wafat, mayoritas dikarenakan menderita kardiovaskular.
“Penyakit paling banyak diderita jemaah adalah kardiovaskular. Awalnya diprediksi penyakit paru, ternyata kardiovaskular, yakni jantung. Angkanya cukup banyak bahkan dari 14 yang meninggal 13 terkait kardiovaskular,” tutup Budi.
2 dari 2 halaman
Kepala Seksi Kesehatan Haji Indonesia, M Imran, menambahkan hingga saat ini KKHI telah merawat 731 kasus rawat jalan dan 200 rawat inap.(yaya)
