Kasus Covid-19 Bertambah, Pasar Keuangan dalam Tekanan

Ilustrasi pasar saham. Ist

Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dalam 3 hari berturut turut. Bahkan koreksi di hari pertama pekan ini mengabaikan sentimen positif kinerja bursa global yang mampu rebound sejak akhir pekan sebelumnya.

Namun kinerja mata uang Rupiah meskipun pada hari ini diperdagangkan melemah, Rupiah justru mampu menguat di awal pekan.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sejauh ini, fokus pasar masih tertuju pada perkembangan data ekonomi di sejumlah banyak negara. Menurutnya, belum akan menjadi ancaman bagi ekonomi nasional.

“Beberapa data ekonomi penting seperti kepercayaan konsumen yang turun di AS maupun di Eropa (jerman) pada dasarnya belum memberikan tekanan besar pada pasar keuangan kita,” ujarnya, Rabu (29/6/2022).

IHSG yang ditutup turun 0.77% di level 6.942,35, dan Rupiah yang melemah dikisaran level 14.853 per US Dolar.

“Setidaknya lebih didominasi oleh kekhawatiran akan peningkatan jumlah kasus Covid-19 di tanah air. Ancaman penambahan kasus ini lebih besar dibandingkan dengan memburuknya kinerja data ekonomi global, hingga tensi geopolitik yang belum mereda,” tegasnya.

Ancaman inflasi masih akan terus terjadi, dan kemungkinan resesi AS yang dicerminkan oleh realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang negatif. Sebenarnya bukanlah hal baru yang dikhawatirkan akan menekan kinerja pasar keuangan nasional.

“Saya menilai pelaku pasar kian mengkuatirkan penambahan jumlah kasus Covid-19 di tanah air. Sementara itu penambahan jumlah kasus Covid-19 di negara jiran tetangga kita yakni Singapura, yang melompat tinggi juga menimbulkan kekuatiran baru di tanah air,” tuturnya.

Pelaku pasar mulai takut kalau kalau respon pemerintah dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 itu dilakukan dengan cara pembatasan aktifitas masyarakat atau PPKM seperti yang sudah sudah. Terlebih pemerintah juga memperkirakan penambahan jumlah kasus akan mencapai puncaknya pada pertengahan Juli mendatang.(ng)