
Fokusmedan.com : Kurma merupakan buah yang identik dengan ibadan puasa di Bulan Ramadhan. Buah yang memiliki rasa manis dan legit ini biasanya dinikmati sebagai menu berbuka puasa maupun ketika sahur.
Berasal dari Timur Tengah dan tumbuh di negara tropis dan gurun, kurma memiliki banyak jenis. Mulai dari kurma Safawi yang terkenal manis dan berdaging, hingga Khudris yang renyah dan kenyal.
Buah yang satu ini kaya akan nutrisi yang dapat menyuplai energi selama puasa. Kandungan gulanya juga terbilang aman, karena tidak membuat gula darah melonjak, asal dikonsumsi dengan porsi yang tepat.
Selain enak, sejumlah nutrisi yang terkandung pada kurma juga membuatnya baik untuk dikonsumsi saat sahur atau berbuka puasa.
Berikut beberapa alasan kurma menjadi buah yang tepat dinikmati selama Ramadhan, sebagaimana dikutip Daily Sabah di laman Kompas.com, Sabtu (2/4/2022).
1. Sumber energi
Kurma merupakan sumber energi, serat dan gula yang sehat bila tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Buah yang berwarna coklat kehitaman ini mengandung vitamin A, B, dan C, potasium, serat, magnesium, seng dan selenium.
Nutrisi tersebut dapat membantu tubuh mempertahankan energi lebih lama setelah berpuasa.
2. Membuat perut kenyang lebih lama
Kurma adalah buah yang kaya serat dan termasuk sebagai serat larut makanan.
Serat ini mampu menarik air, meningkatkan fluiditas isi perut, sehingga memperpanjang waktu dalam diproses tubuh sehingga memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Jika dikonsumsi saat sahur, manfaat mengonsumsi kurma dapat mencegah tubuh lemas ketika seharian berpuasa.
3. Meningkatkan kekebalan tubuh
Ilustrasi kolak labu kuning atau waluh dengan pelengkap kolang-kaling dan kurma.
Studi menunjukkan bahwa kurma dapat memiliki efek merangsang sistem kekebalan tubuh.
Efek kurma ini dapat dikaitkan dengan kandungan beta-glukan, yang termasuk polisakarida, sejenis karbohidrat yang kompleks.
Selain itu, kurma mengandung senyawa fenolik dan karotenoid dalam jumlah yang tinggi dan sifatnya melawan kanker. Buah ini juga mampu mendukung kekebalan tubuh berkat sifatnya yang berupa antioksidan dan antimikroba.
4. Menstabilkan gula darah
Setelah berpuasa seharian, konsumsi kurma merupakan cara tepat untuk mengembalikan kadar gula darah ke tingkat normal dengan cara sehat.
Namun, para ahli gizi memperingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi kurma, 1-3 butir saja cukup.
5. Memperlancar pencernaan
Salah satu ciri kurma manis alami adalah masih memiliki bagian batang.
Selama Ramadhan, kita sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya serat untuk mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit. Kurma juga termasuk buah yang tinggi serat, dan penting menjadi bagian dalam diet sehat.
Bila rutin dikonsumsi, kurma dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan dan mencegah gangguan pencernaan yang muncul akibat kekurangan serat.
6. Sehat untuk jantung
Kurma dikenal sebagai sumber potasium yang baik, mengandung mineral penting yang dapat menjaga keseimbangan cairan hingga elektrolit dalam tubuh.
Kandungan tersebut terlibat dalam memengaruhi kesehatan saraf, mengatur denyut nadi dan tekanan darah.
Sebuah riset menunjukkan bahwa diet kaya potasium dapat membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi, menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke.(ng)
