16/04/2024 4:42
SUMUT

Ratusan Siswa Sumut Tak Masuk Sekolah saat PTM Dimulai, Ini Alasannya

Ilustrasi siswa-siswi masuk sekolah. Ist

Fokusmedan.com : Ratusan siswa di sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) tidak masuk sekolah meski Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pelaksanaan PTM sudah dilakukan. Beberapa alasan diantaranya karena sudah menikah ataupun bekerja selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah dilaksanakan.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Sumut, Prof Syaifuddin mengatakan, berdasarkan identifikasi yang dilakukan pihaknya, ada sekitar 800 siswa yang tidak masuk sekolah lagi meski PTM sudah dimulai.

“Ada yang mungkin kelamaan libur, ada yang sudah bekerja. Banyak juga yang menikah,” kata Syaifuddin pada acara Workshop Pendidikan ‘Peran Dana BOS dalam Rangka Akselerasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas’ di Medan, Selasa, 28 September 2021.

Ditegaskannya, meski sudah mulai menerapkan PTM, namun Pemerintah Provinsi Sumut sangat hati-hati agar tidak memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. Beberapa kebijakan sudah dirumuskan dalam instruksi Gubernur Sumut.

“Protokol kesehatan harus ketat, kantin sekolah belum bisa dibuka. Vaksinasi terhadap guru dan siswa juga terus dilakukan,” sebutnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD-Dikdasmen) Jumeri yang hadir dalam kegiatan itu menuturkan, meski sudah mendapat izin dari pemerintah, namun pelaksanaan PTM tetap memiliki resiko.

“Kerja sama yang baik antara jajaran pemerintah hingga pihak sekolah dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu Jumeri menemukan adanya hal viral terkait penyebaran Covid-19 di Padang Panjang, Sumatera Barat, juga beberapa daerah lainnya. Di Sumut diharapkan dijelaskan secara terbuka, agar tidak memunculkan informasi membingungkan.

Menurut Jumeri, PTM menjadi hal penting mengingat munculnya fenomena pengurangan siswa selama pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19. Sehingga ada siswa yang putus sekolah  karena keasyikan bekerja dan dapat duit

“Banyak juga faktor lain,” tandasnya.(ng)