28/05/2024 15:44
FOKUS MEDAN

Buat Resah Pedagang, Preman Pajak Martubung Diamankan Polisi

Ist/fokusmedan.com

Fokusmedan.com : Polsek Medan Labuhan menindaklanjuti video viral aksi seorang preman yang memalak pedagang di Pajak Sore Martubung Kelurahan Besar Medan Labuhan.

Preman yang memeras pedagang langsung kena ciduk polisi dari Pajak Sore Martubung, Senin (20/9/2021) kemarin. Saat diamankan polisi, pria bernama Hendro (40) yang mulanya garang seketika ciut nyali.

Pria yang seharinya bermukim di Jalan Rawe 1 Medan Labuhan ini pun pasrah digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Hal ini disampaikan Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari kepada wartawan, Selasa (21/9/2021) pagi.

Ia mengatakan penangkapan terhadap preman tersebut menindaklanjuti adanya video preman yang melakukan pemerasan pedagang jeruk di Pajak Sore Martubung.

Dihadapan polisi, Kapolsek menerangkan, pelaku mengakui perbuatannya memalak korban, Dwi (26), seorang pedagang buah jeruk.

“Saudara Hendro mengakui perbuatannya ada meminta uang sebesar Rp 10 ribu, kepada saudari Dwi, namun tidak diberikan,” ungkap Edi.

Selanjutnya, masih kata Kapolsek, pelaku marah-marah sambil pergi meninggalkan korban.

Di kantor polisi, preman dan pedagang ini akhirnya berdamai. Sang preman bersimpuh memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Yang bersangkutan (Hendro), menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya serta meminta maaf kepada saudari Dwi dan kedua belah pihak pun saling memaafkan,” tandasnya.

Sebelumnya, Senin (20/9/2021) beredar video aksi seorang pria yang meminta uang terhadap seorang pedagang buah jeruk di Pajak Sore Martubung.

Dalam narasinya, pengunggah video lewat akun facebooknya Widi Sitorus Pane, menyebutkan bahwa pemalakan tersebut terjadi di Pajak Martubung, Medan.

“Terjadiny pungli di pajak martubung..yang kami heran kan istriny mengutip tiap hari 12rbu.setelah itu datang suaminy lagi minta 10rbu setiap hari…tolong di up share biar ga ad lagi pungliĀ² yg merajarela,” tulisnya.

Widi juga menunjukkan sejumlah potongan video detik-detik, preman melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang kepada korban.

Bukan itu saja, pria tersebut juga meminta dokumen kartu keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada pedagang tersebut.

“Besok suruh dia (pemilik dagangan) bawa KTP sama KK, kalau mau jualan,” ujar pria tersebut dengan raut wajah sangar.

(Rio)