21/02/2024 19:16
EKONOMI & BISNIS

Sektor Perbankan Sumut Tumbuh 9,39 Persen

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori. Ist

Fokusmedan.com : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim sektor perbankan di Sumatera Utara (Sumut) dalam kondisi stabil. Bahkan  di tengah pandemi Covid-19, perbankan Sumut bertumbuh 9,39 persen dibanding tahun lalu.

Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori mengatakan, kinerja sektor perbankan di Sumut yang terdiri dari 60 Bank Umum dan 60 BPR/BPRS per Januari 2021 berada dalam kondisi yang stabil. Aset perbankan mencapai Rp275,79 triliun.

“Total aset perbangkan tersebut¬† terdiri dari Bank Umum sebesar Rp273,65 triliun dan BPR/S sebesar Rp2,14 triliun. Artinya, tumbuh 9,39% secara year on year (yoy),” ujar Yusuf Ansori di kegiatan “Peranan Bank Wakaf Mikro (BWM) di Sumatera Utara” yang digelar secara virtual, Senin (8/3/2021).

Pembicara lainnya pada acara itu Alfian M Nashir selaku Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan Pengurus BWM Mawaridussalam, M Radiansyah.

Sementara, lanjut dia, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor Perbankan bertumbuh double digit sebesar 10,67% secara yoy menjadi Rp260,13 triliun. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada dana Tabungan bank umum di angka 14,27% secara yoy menjadi Rp111,43 triliun, hampir mengimbangi dana Deposito sebesar Rp112,86 triliun.

Ia melanjutkan, meskipun penyaluran kredit/pembiayaan di Sumatera Utara bertumbuh -2,65% yoy menjadi Rp216,01 triliun atas dampak terhambatnya aktivitas usaha akibat pandemi, profil risiko perbankan masih dapat dijaga dalam level yang sehat tercermin dari rasio NPL gross 3,46%. Bahkan, tambahnya, turun dari angka periode yang sama tahun lalu sebesar 3,53%.

Sedangkan pertumbuhan konsolidasi Bank Umum yang berkantor pusat di Sumatera Utara, yang terdiri dari Bank Sumut dan Bank Mestika Dharma terpantau dalam kondisi yang cukup baik. Hal itu tercermin dari pertumbuhan double digit untuk total aset 13,44 persen menjadi Rp49,45 triliun dan pertumbuhan penghimpunan DPK 19,54 persen yoy menjadi Rp38,73 triliun.

“Untuk pertumbuhan kredit tercapai -1,19 persen yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan konsolidasi bank umum di Sumut -2,67 persen maupun Nasional -1,90 persen,” ucapnya.

Kemudian, kredit macet juga berhasil dijaga dengan rasio NPL gross sebesar 3,26 persen. Terdapat perbaikan siginifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 4,08 persen.

BPR/BPRS di Sumatera Utara kembali on track di 2021 dengan pertumbuhan triple positive per Januari 2021. BPR/BPRS mencatatkan pertumbuhan positif di ketiga indikator kinerja utama setelah sebelumnya tertahan akibat pandemi.

“Total aset bertumbuh 2,83 persen yoy menjadi Rp2,14 triliun, penghimpunan DPK bertumbuh 4,98 persen yoy menjadi Rp1,63 triliun. Penyaluran kredit/ pembiayaan bertumbuh 0,91 persen yoy menjadi Rp1,37 triliun,” pungkasnya.(ng)