14/07/2024 14:24
INTERNASIONAL

600 Orang Luka, 20 Tewas Akibat Ledakan Beruntun di Kamp Militer

Ledakan mengguncang pangkalan militer di Kota Bata, Guinea Khatulistiwa. Twitter

Fokusmedan.com : Total empat ledakan tak disengaja yang mengguncang kamp militer di Guinea Ekuatorial pada Minggu (7/3/2021), menewaskan sedikitnya 20 orang dan membuat 600 lainnya luka-luka.

Video yang ditayangkan TVGE menunjukkan gedung-gedung terbakar dan rata dengan tanah, dalam radius yang luas di sekeliling kamp Nkoa Ntoma, ibu kota perekonomian Bata. Kepulan asap hitam pun membubung ke langit.

Anak-anak dan orang dewasa terlihat diselamatkan dari puing-puing reruntuhan, dan di rumah sakit Bata pasien yang terluka terbaring di lantai menunggu perawatan.

Kementerian Kesehatan dalam twitnya mengingatkan, masih banyak warga yang bisa jadi masih tertimpa reruntuhan.

Presiden Teodoro Obiang Nguema mengatakan, insiden itu terjadi setelah petani membiarkan api menyala di luar kendali, yang kemudian menyambar bahan peledak yang tidak disimpan dengan baik di kamp militer.

“Kota Bata menjadi korban kecelakaan akibat kelalaian unit yang bertugas menyimpan bahan peledak, dinamit, dan amunisi di kamp militer Nkoa Ntoma,” kata Obiang Nguema dikutip dari kantor berita AFP.

“(Pangkalan militer) terbakar karena pembakaran tunggul di ladang mereka yang akhirnya membuat depot-depot ini meledak beruntun.”

Kementerian Pertahanan menyebutkan, korban tewas sedikitnya 20 orang dengan sekitar 600 orang terluka.

Obiang Nguema pun memohon bantuan internasional untuk mengatasi bencana ini, karena Guinea Ekuatorial dilanda krisis ekonomi akibat anjloknya harga bensin dan pandemi Covid-19.

“Rasa sakit menghantam Guinea Khatulistiwa tepat di tengah perjuangan melawan pandemi virus corona dengan ledakan pada Minggu ini di Barak Intervensi Cepat di Nkoantoma, Kota Bata. Dari sini, saya menyampaikan duka yang mendalam bagi para korban,” ujarnya, dalam cuitan.

Bata adalah kota terbesar di negara Afrika tengah yang kaya minyak dan gaus itu.
Sekitar 800.000 dari 1,4 juta populasi Guinea Ekuatorial berada dalam kemiskinan.(ng)