Hari Tanpa Hujan di Sumsel Berlangsung 3 Bulan, Karhutla Perlu Diwaspadai

Fokusmedan.com : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprediksi musim kemarau tahun ini cukup ekstrem dibanding 2020. Hari tanpa hujan diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

Kepala Stasiun Klimatologi Palembang Hartanto mengungkapkan, musim kemarau tahun ini nyaris sama dengan 2019 yang cukup kering. Kemarau diprediksi mulai Mei 2021 dan peralihan musim penghujan ke kemarau sebulan sebelumnya.

“Diperkirakan musim hujan tahun ini hampir sama dengan 2019, cukup ekstrem. Kemarau dimulai Mei 2021,” ungkap Hartanto, Selasa (2/3).

Menurut dia, hari tanpa hujan selama tiga bulan dimulai Juni hingga Agustus 2021, bahkan memasuki September 2021. Hal ini perlu diwaspadai karena hutan semakin kering dan rentan terjadi kebakaran.

“Hari tanpa hujan cukup lama, itu puncaknya musim kemarau. Intensitas hujan kurang dari 50 milimeter per 10 hari dan cuaca panas kering,” kata dia.

Dikatakan, beberapa daerah yang mulai mengalami kekeringan pada lapisan permukaan tanah di antaranya Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin. Dua daerah itu menjadi di antara rawan karhutla setiap musim kemarau karena terdapat lahan gambut yang luas.

“Perlu kewaspadaan sejak dini agar karhutla bisa dicegah, pembasahan perlu dilakukan,” pungkasnya.(yaya)