Fetish adalah Gangguan Ketertarikan Seksual, Ketahui Gejala dan Penyebabnya

Fokusmedan.com : Berbicara mengenai kesehatan seksual, memang terdapat beberapa gangguan yang kerap ditemui di masyarakat. Gangguan kesehatan seksual ini dapat berupa gangguan klinis yang berhubungan dengan sistem kerja organ seksual, maupun secara psikologis. Biasanya gangguan kesehatan seksual yang berhubungan dengan aspek psikologis dapat memberikan pengaruh pada ketertarikan dan kehidupan seksual seseorang.

Salah satu gangguan seksual yang berkaitan dengan faktor psikologis adalah fetish. Dalam hal ini, fetish adalah gangguan ketertarikan seksual yang intens pada benda mati atau bagian tubuh yang secara umum tidak dipandang sebagai bagian dari organ seksual. Sebenarnya, pada beberapa tingkat fetish masih termasuk ciri normal pada seksualitas manusia. Namun jika gairah fetish mulai mengganggu fungsi seksual atau kehidupan sosial seseorang maka dapat dikategorikan sebagai gangguan.

Meskipun termasuk jarang dibahas dalam masyarakat, fenomena fetish seksual ini tidak sedikit terjadi. Sehingga informasi mengenai gangguan seksual ini perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat. Dengan begitu akan terbangun kesadaran masyarakat untuk memperhatikan kesehatan seksual dengan baik. Hal ini juga bisa meminimalisir terjadinya penyimpangan sosial yang ada di masyarakat.

Jika Anda termasuk yang masih awam tentang hal ini, beberapa informasi mengenai fetish berikut bisa disimak dan dipahami dengan baik. Dilansir dari Psychology Today, kami merangkum pengertian, gejala, penyabab, dan beberapa informasi lainnya tentang fetish adalah sebagai berikut.

Mengenal Fetish

Seperti yang telah disebutkan, fetish adalah gangguan ketertarikan seksual intens pada benda mati atau bagian tubuh yang secara umum tidak dipandang sebagai bagian dari organ seksual. Selain dipengaruhi oleh faktor psikologis seseorang, orang yang mempunyai kondisi ini juga mendapatkan gangguan secara klinis.

Istilah “fetisisme” berasal dari kata Portugis feitico , yang berarti “daya tarik obsesif.” Sebagian besar orang tentu mempunyai ketertarikan tersendiri dengan bagian tubuh non genital, atau organ tubuh selain bagian intim. Sehingga pada tingkat tertentu fetish merupakan fenomena normal yang hampir dimiliki oleh setiap manusia. Namun pada gairah fetish yang mengganggu fungsi seksual dan kehidupan sosial seseorang, dikategorikan sebagai gangguan seksual.

Fetish adalah gangguan yang dicirikan sebagai suatu kondisi di mana terdapat penggunaan atau ketergantungan yang terus-menerus atau ketergantungan pada benda mati (seperti pakaian dalam atau sepatu hak tinggi) atau fokus yang sangat spesifik pada bagian tubuh (sebagian besar sering nongenital, seperti kaki) untuk mencapai gairah seksual.

Secara umum, objek fetish biasanya meliputi pakaian dalam, alas kaki, sarung tangan, barang dari karet, dan pakaian kulit. Bagian tubuh yang terkait dengan gangguan fetisistik termasuk kaki, jari kaki, dan rambut.

Sebagian besar orang yang mempunyai gangguan ini biasanya membutuhkan benda nyata, namun sebagian lainnya bisa mencapai gairah hanya dengan melihat gambar objek yang dimaksud. Orang dengan kondisi fetish umumnya akan memegang, menggosok, mencicipi, atau mencium objek fetish untuk kepuasan seksual atau meminta pasangannya untuk memakai objek tersebut selama hubungan seksual.(yaya)