Keutamaan Bulan Muharram beserta Dalilnya, Raih Keberkahan di Bulan Pertama Islam

fokusmedan : Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah. Bulan Muharram sedikit berbeda dengan beberapa bulan lainnya, karena bulan ini termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.

Pada Bulan Muharram, terdapat beberapa amalan-amalan yang bisa dikerjakan oleh umat muslim. Salah satu amalan tersebut ialah puasa sunnah Tasua dan Asyura.

Seperti yang kita ketahui bahwa puasa Asyura memiliki keistimewaan yang dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Selain amalan-amalan yang dianjurkan tersebut, Bulan Muharram juga memiliki sejumlah keutamaan yang perlu kita ketahui.

Berikut beberapa keutamaan Bulan Muharram yang dilansir dari gomuslim dan islampos.

Salah Satu Bulan Haram

Seperti yang disebutkan sebelumnya, Bulan Muharram merupakan salah satu bulan haram, bersama dengan tiga bulan lainnya, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Keutamaan Bulan Muharram ini dijelaskan dalam salah satu hadist yang berbunyi,

“Dalam satu tahun ada 12 bulan, di antaranya ada 4 bulan haram, 3 bulan secara berurutan adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajabnya Mudhor yang berada di antara Jumada dan Sya’ban”. (HR. Bukhori).

Allah SWT juga berfirman tentang keutamaan Bulan Muharram ini,

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…”. (Q.S. At Taubah: 36).

Pada bulan haram tersebut, dilarang keras untuk melakukan maksiat atau perbuatan dosa lainnya karena dosanya akan semakin berat.

Dalam hal ini, Imam Qatadah berkata: “Sungguh kedzaliman yang dilakukan pada bulan haram merupakan seberat-beratnya kesalahan dari pada bulan-bulan lainnya. Meskipun kedzaliman apapun termasuk kesalahan berat, akan tetapi Allah mengagungkan (memberatkan) apapun yang Dia kehendaki.

Kemudian beliau berkata: “Sungguh Allah telah memilih dari sekian banyak makhluk untuk menjadi makhluk pilihan-Nya; Dia telah memilih dari para malaikat sebagai malaikat yang menjadi utusan, dan memilih para rasul dari manusia sebagai utusan, memilih dzikir mengingat-Nya dari semua ucapan, dan memilih masjid dari semua tempat di bumi, dan memilih bulan Ramadhan dan bulan-bulan haram dari semua bulan yang ada, dan memilih hari Jum’at dari semua hari yang ada, dan memilih malam lailatul qadar dari semua malam, maka agungkanlah oleh kalian apa saja yang diagungkan oleh Allah; karena semua urusan menjadi agung selama diagungkan oleh Allah menurut mereka yang memahami dan berakal” .(Mulakhos Tafsir Ibnu Katsir –rahimahullah-, tafsir dari surat At Taubah: 36)

Mendapat Pahala Berlipat

Keutamaan Bulan Muharram yang kedua yaitu pahala yang didapat akan berlipat. Pada bulan haram, segala dosa yang diperbuat akan menjadi lebih berat dan amal sholeh yang dikerjakan akan mendapatkan pahala yang berlipat.

Terkait keutamaan Bulan Muharram ini, ahli tafsir bernama Qatadah bin Di’amah, atau Imam Qatadah pernah berkata,

“Amal sholeh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezholiman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezholiman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezholiman adalah dosa yang besar”.

Anjuran Berpuasa

Keutamaan Bulan Muharram yang ketiga yaitu puasa pada bulan ini disebut lebih baik setelah puasa Ramadhan. Keutamaan Bulan Muharram ini juga disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah,

“Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah pada bulan Allah yang bernama Muharram”. (HR. Muslim).

Puasa di Bulan Muharram dapat dilakukan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Puasa ini juga dapat dilakukan pada tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram. Dan pilihan terakhir yaitu berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Beberapa pilihan ini muncul karena ketika Rasulullah memerintahkan untuk puasa pada hari Asyura, yaitu pada tanggal 10 Muharram, para sahabat berkata: “Itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, kemudian beliau bersabda: “Jika datang tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan. Akan tetapi beliau meninggal pada tahun tersebut.” (HR. Muslim.(yaya)