
fokusmedan : Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, dengan adanya penggabungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor penerbangan (aviasi) dan pariwisata, mampu meningkatkan potensi dari kedua sektor tersebut. Mengingat, sektor yang terdampak virus corona adalah Pariwisata dan penerbangan.
“Kemungkinan juga kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan sehingga next pandemic fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh dan semakin baik dan bisa berlari lebih cepat lagi,” kata Jokowi saat Ratas Penggabungan BUMN di sektor aviasi dan pariwisata di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8).
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 sebesar -4,19 persen. Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi semester I-2020 tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,26 dibandingkan semester I tahun lalu.
“Kemarin BPS merilis pertumbuhan ekonomi kita di kuartal yang kedua jatuh berada di angka minus 5,32 dan saya melihat sektor yang terdampak, terkontraksi sangat dalam yaitu di sektor pariwisata dan sektor penerbangan,” imbuhnya.
Jokowi menuturkan, angka yang dia peroleh di triwulan kedua tahun 2020, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 482.000. Angka ini mengalami penurunan sebanyak 81 persen.
“Dan ini turun 81 persen untuk quarter to quarter dan turun 87 persen untuk YoY (Year of Year). Artinya memang turunnya terkontraksi sangat dalam,” ucapnya.
Sehingga, Jokowi meminta penurunan tersebut justru menjadi momentum untuk konsolidasi, transformasi di bidang pariwisata dan juga penerbangan. Melalui penataan yang lebih baik dengan rute penerbangan penentuan hub dan penentuan super hub.(yaya)
