Inflasi Sumut September Diproyeksi Tembus 0,63%, Cabai Merah Naik 116%

Harga cabai merah di pasar tradisional di Sumut alami tren kenaikan.

Fokusmedan.com : Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, memproyeksikan laju inflasi di Sumatera Utara pada September 2025 berpotensi naik signifikan hingga 0,63%. Lonjakan harga cabai menjadi pemicu utama, terutama cabai merah yang tercatat melesat sekitar 116% sepanjang bulan ini.

“Cabai merah menjadi komoditas paling dominan dalam mendorong inflasi. Disusul cabai hijau yang naik sekitar 43% dan cabai rawit sekitar 11%,” kata Gunawan, Senin (29/9).

Selain cabai, harga daging ayam naik sekitar 5% dan emas mencatatkan kenaikan di atas 5%. Namun, harga beras dinilai masih ambigu. “Saya berasumsi data BPS nanti akan mencatat penurunan harga beras, meskipun tidak merata di semua wilayah,” ujarnya.

Beberapa komoditas justru memberi kontribusi deflasi, seperti bawang merah yang anjlok sekitar 25% dan bawang putih yang turun 5% secara bulanan.

Gunawan menilai lonjakan inflasi September ini lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca yang menekan produktivitas tanaman cabai. Sementara kenaikan emas dipicu permintaan global akibat ketidakpastian geopolitik serta tren penurunan suku bunga acuan global oleh The Fed.

“Inflasi yang tinggi saat ini jelas merugikan konsumen karena berpotensi menggerus daya beli masyarakat Sumut,” tegasnya.

Menurut Gunawan, sebenarnya Sumut tidak kekurangan pasokan cabai. Namun, tingginya permintaan dari provinsi lain seperti Riau, Kepri, Sumbar, hingga Jambi ikut mendorong harga cabai di Sumut melambung tinggi dan bergerak liar. (ram)