IHSG Melemah ke 6.971, Rupiah Tertekan Dipicu Eskalasi Geopolitik dan Penguatan Dolar

Seorang warga sedang menukarkan dolar AS ke rupiah di money changer.

Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,26 persen ke level 6.971,027 pada perdagangan hari ini, setelah sempat bergerak di dua zona berbeda.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sepanjang sesi perdagangan IHSG berada pada rentang 6.942 hingga 7.022, namun gagal bertahan di atas level psikologis 7.000.

“IHSG gagal ditutup di atas level psikologis 7.000, dengan sejumlah saham seperti BBRI, BMRI, ANTM, BBNI hingga DEWA mengalami tekanan,” ujar Gunawan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga ditutup melemah ke level Rp17.090 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp17.100.

“Rupiah masih belum mampu melawan tekanan dolar AS di tengah potensi kenaikan harga minyak mentah dunia yang dapat memicu kebijakan moneter yang lebih hawkish,” katanya.

Gunawan menjelaskan, penguatan dolar turut didorong oleh indikator ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pemulihan, seperti indeks dolar AS (USD Index) yang bertahan di atas level 100.

Menurutnya, pergerakan rupiah, IHSG, dan pasar keuangan global sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik.

“Posisi pasar keuangan saat ini sangat ditentukan oleh eskalasi konflik antara Iran dengan AS dan Israel,” jelasnya.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat menguat ke level 4.660 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,57 juta per gram.

“Harga emas mampu menguat meski harga minyak mentah naik di kisaran 115 dolar AS per barel, namun arah selanjutnya masih menunggu kepastian perkembangan konflik di Timur Tengah,” tutup Gunawan. (ram)