Indonesia–Jepang Sepakat Perkuat Kemitraan Ekonomi dan Stabilitas Rantai Pasok Kawasan

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha C. Nasir bersama Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Akahori Takeshi.

Fokusmedan.com : Pemerintah Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan ekonomi strategis serta menjaga stabilitas rantai pasok kawasan melalui pelaksanaan Second Indonesia-Japan Cooperation Dialogue (IJCD).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan, pertemuan yang digelar di Kantor Kemlu, Jumat (27/2/2026), dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Akahori Takeshi.

Dalam pernyataan tertulis, Sabtu (28/2/2026), Kemlu menyebut kedua pihak sepakat memperkuat stabilitas rantai pasok kawasan dan mendorong kolaborasi pada sektor-sektor masa depan, termasuk energi bersih, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur strategis.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian global.

Dalam dialog itu, Indonesia dan Jepang juga menegaskan komitmen memperkuat sinergi pada sektor prioritas, meliputi perdagangan, investasi, transisi energi, ekonomi maritim, serta pengembangan industri strategis.

Jepang dipandang sebagai mitra kunci Indonesia dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional melalui investasi berkualitas, hilirisasi industri, serta kerja sama pembangunan berkelanjutan. Kedua negara turut menggarisbawahi pentingnya kerja sama di bidang emerging technologies guna memperkuat daya saing, inovasi, dan ketahanan ekonomi di tengah disrupsi global.

Pertemuan tersebut juga menegaskan tekad kedua negara membangun kemitraan ekonomi yang semakin kokoh, inklusif, dan berorientasi masa depan, tidak hanya untuk kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga guna mendukung stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

IJCD pertama diselenggarakan di Tokyo pada 2021. Pertemuan kedua ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara pada November 2025.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting memperdalam arah kerja sama kedua negara di tengah dinamika geo-ekonomi global yang semakin kompleks,” tulis Kemlu.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang yang terjalin sejak 1958 terus menunjukkan peningkatan, dari Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future pada 2006 hingga meningkat menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023.

Secara ekonomi, Jepang tetap menjadi salah satu mitra utama Indonesia dengan total perdagangan bilateral mencapai 32,07 miliar dolar AS pada 2025 serta realisasi investasi sebesar 3,1 miliar dolar AS. (Ant)